Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar perkuat mitigasi kebencanaan

Rabu, 15 Juli 2026 06:34 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (dua dari kiri) didampingi Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar (kiri) saat memeriksa berbagai peralatan dari petugas BPBD usai memimpin Apel Kesiapsiagaan di Makassar, Selasa (14/7/2026). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana sebagai langkah strategis ketika bencana terjadi seperti ancaman banjir dan kekeringan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat apel kesiapsiagaan terhadap bencana Kabupaten/Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 di Makassar, Selasa, menghadirkan semua unsur seperti BPBD, TNI, Polri, Basarnas, perangkat daerah dan relawan kebencanaan serta organisasi kemasyarakatan.

"Potensi bencana datang kapan saja, penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Munafri Arifuddin dalam arahannya menegaskan penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, seluruh upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan daerah.

Ia menjelaskan pelaksanaan apel kesiapsiagaan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.

"Upaya penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan," katanya.

Menurutnya, apel kesiapsiagaan yang dilaksanakan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

"Kegiatan ini merupakan momentum untuk menguatkan komitmen, menyatukan langkah, menguji kesiapan personel dan sumber daya, serta memperkokoh sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar," tuturnya.

Munafri menilai budaya latihan yang dilakukan secara terpadu, terencana, dan berkesinambungan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Melalui latihan rutin, simulasi kebencanaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah berharap seluruh unsur memiliki kemampuan merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Ia menegaskan penguatan kesiapsiagaan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Makassar, yakni Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan. Salah satu implementasinya adalah membangun budaya sadar bencana sebagai bagian dari karakter masyarakat.

"Budaya sadar bencana harus menjadi bagian dari karakter masyarakat, dimana setiap individu, keluarga, dan komunitas memiliki pemahaman terhadap risiko, dan ini mampu melakukan langkah-langkah mitigasi, serta siap bertindak secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat," ujarnya.

Menurut Munafri, edukasi kebencanaan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, simulasi, sosialisasi, hingga penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kelurahan.

Langkah tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi risiko bencana, tetapi juga membangun masyarakat yang adaptif dan mampu pulih lebih cepat pascabencana.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026