Logo Header Antaranews Makassar

Bone menjadi contoh tata kelola perkebunan berkelanjutan di Sulsel

Rabu, 15 Juli 2026 06:35 WIB
Image Print
Pelaksanaan sosialisasi hasil uji coba IYB di Kabupaten Bone yang digelar di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (14/07/2026). ANTARA/HO-Icraf Indonesia

Makassar (ANTARA) - Kabupaten Bone menjadi daerah contoh di Sulawesi Selatan terhadap tata kelola perkebunan berkelanjutan berdasarkan hasil penilaian awal Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB).

IYB adalah sistem penilaian nasional yang dikembangkan Kementerian PPN/Bappenas untuk mengukur capaian keberlanjutan di tingkat kabupaten, dengan fokus awal pada sektor perkebunan.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappelitbangda Sulsel Andi Ambaru Keteng di Makassar, Selasa, menyebut sebagai kabupaten dengan tiga komoditas utama, yaitu kelapa, kakao, dan kopi, Bone punya peran strategis dalam rantai pasok komoditas berkelanjutan di provinsi Sulawesi Selatan.

"Karena itulah Kabupaten Bone terpilih sebagai salah satu dari empat daerah uji coba penerapan IYB di Indonesia, bersama Kabupaten Kutai Timur, Sigi, dan Muara Enim," ujarnya.

Selain penghasil tiga komoditas, Kabupaten Bone dipilih sebagai lokasi pilot penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) berbasis IYB, karena skornya yang mendekati Grade B, yang menandakan kesiapan daerah dalam memperkuat tata kelola lintas sektor.

IYB mencakup tiga dimensi utama, yakni lingkungan, sosial-ekonomi dan tata kelola, yang digunakan untuk mengukur capaian keberlanjutan daerah secara terstruktur, khususnya di sektor perkebunan.

Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Bone Akifah Aksa menyebut Pemerintah Kabupaten Bone bersama pemangku kepentingan lokal terlibat secara aktif dalam mengontekstualisasikan indikator-indikator IYB, sehingga penilaian yang dilakukan relevan dengan karakteristik dan kondisi riil di lapangan.

Proses ini melahirkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) tingkat yurisdiksi, sebagai salah satu yang pertama di Sulawesi Selatan, yang disosialisasikan dalam kegiatan ini.

Dia menjelaskan penerapan IYB dapat membuka sejumlah peluang strategis antara lain mendukung keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi pertanian dan kelestarian lingkungan, serta membuka akses terhadap insentif fiskal maupun non-fiskal dan investasi hijau dari lembaga pembangunan internasional.

Sementara bagi petani, yurisdiksi yang terbukti berkelanjutan berpotensi membuka akses pasar global yang mensyaratkan komoditas bebas deforestasi tanpa membebankan biaya sertifikasi secara individu kepada masing-masing petani.

Dalam perumusan IYB secara nasional, Landscape Alliance menjadi bagian dari tim teknis yang mendukung pengembangan metodologi, mulai dari perancangan indikator hingga sistem pengelolaan data, sebagai bagian dari proyek riset-aksi Land4Lives yang dilaksanakan atas dukungan Pemerintah Kanada.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026