Logo Header Antaranews Makassar

Perumda Pasar Makassar perkuat pengawasan dan stabilitas harga pangan

Rabu, 15 Juli 2026 06:36 WIB
Image Print
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Rusli Patara saat menghadiri rapat koordinasi kestabilan harga dan persediaan komoditas pangan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Selasa (14/7/2026). ANTARA/HO-Muh Idris

Makassar (ANTARA) - Perumda Pasar Makassar Raya memperkuat pengawasan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar-pasar tradisional sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di kota Makassar.

Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Rusli Patara di Makassar, Selasa, mengatakan Perumda Pasar selama ini secara konsisten mendukung program pemerintah melalui pemantauan stok komoditas dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kecamatan serta pasar tradisional.

"Perumda Pasar bersama Pemerintah Kota Makassar terus melakukan pemantauan stok dan harga komoditas di lapangan. Selain Gerakan Pangan Murah, kami juga mengembangkan program Baruga Pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di pasar-pasar tradisional," ujar dia.

Rusli Patara mengungkapkan, kondisi inflasi di Kota Makassar masih relatif terkendali dibandingkan capaian inflasi Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia pun berharap sinergisitas antardaerah kabupaten dan kota bisa terjalin agar kestabilan harga dapat dirasakan secara merata.

Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi kestabilan harga dan persediaan komoditas pangan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, seluruh pihak sepakat memperkuat pengawasan distribusi komoditas strategis, khususnya beras SPHP, gula pasir, dan minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta meningkatkan pelaporan stok dan penjualan secara berkala.

"Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, Bulog, pelaku usaha, dan pengelola pasar, Perumda Pasar Makassar optimistis stabilitas pasokan pangan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Muhammad Ilyas menegaskan pengendalian inflasi tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh mata rantai pasok, mulai dari produsen hingga pasar.

"Yang paling penting saat ini adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar. Kita harus beralih dari sekadar sama-sama bekerja menjadi benar-benar bekerja sama agar setiap persoalan pada rantai distribusi dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan," ujar dia.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarakepala pasar, pemantau harga, pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, hingga ritel modern agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026