
Mahasiswa KKN Unhas gagas pemanfaatan insinerator solusi kelola sampah di Barru

Makassar (ANTARA) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggagas pemanfaatan insinerator untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di Desa Lompo Tengah, Kabupaten Barru, Sulsel.
Koordinator Desa KKN Unhas Abid Muwaffaq Akhmad dalam keterangan di Makassar, Jumat, mengatakan insinerator alat atau mesin yang dirancang khusus untuk memusnahkan sampah melalui pembakaran pada suhu sangat tinggi (biasanya antara 800 hingga 1.200 derajat Celsius).
Penerapan teknologi ini untuk mengurangi volume sampah secara drastis hingga 90 persen dan mengubah menjadi abu.
Ia menjelaskan ide tersebut lahir dari hasil observasi lapangan dan diskusi bersama pemerintah desa serta masyarakat sebelum penyusunan program kerja.
Dalam proses identifikasi kebutuhan, persoalan sampah menjadi salah satu isu prioritas disampaikan pemerintah desa.
Tim Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 kemudian merancang pembangunan insinerator sebagai alternatif untuk mengurangi volume sampah.
Dengan pemanfaatan mesin ini, proses pembakaran sampah lebih terkontrol, sehingga pengelolaan sampah lebih efektif sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
"Kami tidak ingin datang hanya membawa program yang sudah disiapkan. Melalui pembangunan insinerator, kami berharap dapat membantu mengurangi penumpukan sampah sekaligus menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan," katanya.
Kepala Desa Lompo Tengah Arifudin Pabiseang mengapresiasi pendekatan mahasiswa yang mengawali penyusunan program dengan observasi dan diskusi bersama pemerintah desa.
Dia mengharapkan penanganan sampah dengan metode ini dapat mengatasi masalah sampah di daerah setempat.
"Kami mengapresiasi mahasiswa KKN Unhas yang tidak langsung datang membawa program, tetapi terlebih dahulu melakukan observasi dan berdiskusi dengan pemerintah desa. Pendekatan ini menghasilkan program yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Selain pembangunan insinerator sebagai program kerja utama, mahasiswa juga menghadirkan sejumlah program pendukung untuk memperkuat pembangunan Desa Lompo Tengah dari berbagai sektor.
Program tersebut meliputi pengembangan kemasan produk kue khas desa guna meningkatkan nilai tambah produk lokal, penyusunan buku sejarah desa, pelatihan pembuatan Kompos Takakura, pemanfaatan sekam padi menjadi briket .
Selain itu, pembuatan fungisida alami yang lebih ramah lingkungan, serta edukasi Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemari) bagi siswa sekolah dasar untuk menanamkan kesadaran gizi sejak dini.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
