Logo Header Antaranews Makassar

73 persen penderita diabetes di Indonesia tak terdiagnosis

Senin, 20 Juli 2026 16:35 WIB
Image Print
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Em Yunir dalam acara Forum Jurnalis Kesehatan "Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik" di Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Em Yunir mengungkapkan lebih dari 73 persen penderita diabetes di Indonesia tidak terdiagnosis (undiagnosed) sehingga tidak menyadari kondisi kesehatan mereka.

Dalam acara Forum Jurnalis Kesehatan "Mencegah Kebutaan Akibat Retinopati Diabetik" di Jakarta, Senin, Prof. Yunir mengatakan kondisi penderita yang tidak terdiagnosis ini menjadi ancaman serius, karena umumnya warga baru berobat saat telah mengalami komplikasi fatal.

"Sekitar 70 persen lebih pasien tidak terdiagnosis. Jadi yang bersangkutan tidak menyadari bahwa dia diabetes, hingga akhirnya terdeteksi saat berobat penyakit lain atau masuk kondisi gawat darurat," katanya.

Berdasarkan data terkini Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi diabetes di Tanah Air terus meningkat, dimana diperkirakan satu dari sepuluh penduduk Indonesia saat ini hidup dengan kondisi diabetes.

Prof. Yunir menjelaskan Organisasi Diabetes Internasional (IDF) pun mencatat jumlah penderita diabetes di Indonesia telah melampaui 20 juta jiwa dan diproyeksikan akan melonjak hingga melebihi 30 juta orang pada tahun 2045 mendatang.

Tingginya angka diabetes yang tidak terkontrol, lanjutnya, akan mempercepat proses kerusakan organ tubuh ibarat argometer taksi yang bergerak makin cepat seiring tingginya kadar gula darah.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar: 73 persen penderita diabetes di Indonesia tak terdiagnosis



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026