Logo Header Antaranews Makassar

BBPOM Makassar edukasi orang tua siswa soal keamanan jajanan sekolah

Senin, 20 Juli 2026 17:30 WIB
Image Print
Narasumber dari BBPOM Makassar PFM Madya Atsuko Al-Aminy memberikan edukasi terkait keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) pada orang tua siswa SD Kartika XX-I di Makassar, Senin (20/7/2026). ANTARA/HO-BBPOM Makassar

Makassar (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar mengedukasi orang tua siswa di SD Kartika XX-I Makassar terkait keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) sebagai bagian dari kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) BPOM.

"Kegiatan edukasi ini dilaksanakan terintegrasi langsung dengan agenda tahunan Sosialisasi Program Sekolah bagi orang tua murid baru," kata Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan di Makassar, Senin.

Dia mengatakan, langkah kolaboratif ini sengaja diambil guna memastikan para orang tua tidak hanya memahami visi akademis sekolah, tetapi juga bersinergi dalam mengawal kesehatan anak melalui konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi di rumah maupun di lingkungan sekolah.

Kepala SD Kartika XX-I Makassar Syahrun menyambut baik kehadiran tim BBPOM di Makassar. Dalam sambutannya, pihak sekolah menekankan bahwa kesehatan fisik siswa merupakan fondasi utama dalam mendukung kelancaran program belajar mengajar yang dicanangkan sekolah.

"Sinergi ini diharapkan mampu menyamakan persepsi antara pihak sekolah dan orang tua murid dalam hal pengawasan jajanan anak," katanya.

Kepala BBPOM Makassar pada kesempatan itu juga memperkenalkan kewenangan dan tugas pokok BBPOM di Makassar sebagai Unit Pelaksana Teknis Badan POM RI dan menyampaikan pentingnya keamanan pangan di mana pangan harus bebas dari cemaran fisik, kimia dan biologi.

“Bukan pangan jika tidak aman dan keamanan pangan merupakan tanggung jawab kita bersama dalam menyiapkan Generasi Emas Penerus Bangsa menuju Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.

Yosef juga menekankan pentingnya pengawasan anak terkait bahaya rokok dan penyalahgunaan obat, yang saat ini mulai menyasar pelajar. Pasalnya, rokok baik konvensional ataupun vape sama bahayanya dan berisiko bagi kesehatan, serta waspada juga terhadap penyalahgunaan obat, seperti Tramadol, Trihexyphenidil ataupun Dextromethorphan.

Dia mengatakan berbagai kasus perkelahian pelajar, bullying (perundungan), pencurian, dan tindak kriminal di kalangan pelajar ditengarai akibat konsumsi obat-obat ilegal tersebut. "Waspada karena penyesalan kemudian tiada berguna," ujar Yosef

Narasumber PFM Madya Atsuko Al-Aminy dalam kegiatan ini menjelaskan 5 Kunci Keamanan Pangan dan mendemonstrasikan penggunaan aplikasi BPOM Mobile agar para orang tua dapat langsung memverifikasi legalitas izin edar suatu produk secara mandiri lewat gawai mereka.

Selain itu, orang tua murid dibekali panduan praktis menjadi konsumen cerdas melalui prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk pangan kemasan.

Melalui kegiatan terpadu ini, BBPOM Makassar dan SD Kartika XX-I Makassar berharap dapat mewujudkan ekosistem sekolah yang sehat, pihak sekolah menyediakan fasilitas kantin yang aman dan orang tua mengawal kebiasaan konsumsi anak dari rumah.

"Langkah preventif ini diharapkan mampu mencetak generasi emas Sulawesi Selatan yang sehat, cerdas, dan sadar akan keamanan pangan," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026