
Kementan dan Pemprov Sulsel percepat implementasi pertanian modern AAS

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupaya mempercepat implementasi Program Perluasan Penerapan Budi Daya Padi metode Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Sekda Sulsel Jufri Rahman di Makassar, Senin, menyampaikan dukungan Pemprov Sulsel terhadap pelaksanaan Program PM-AAS sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
"Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Sulawesi Selatan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar sektor pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Sekda saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program PM-AAS di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Menurut Jufri, Program PM-AAS merupakan langkah strategis untuk mentransformasi sistem pertanian dari pola konvensional menuju pertanian modern berbasis mekanisasi guna meningkatkan efisiensi usaha tani.
"Saya berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemda, penyuluh pertanian, akademisi dan petani semakin kuat sehingga mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkokoh posisi Sulsel sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional," ucap Jufri.
Ia mengungkapkan, Sulawesi Selatan memperoleh target pengembangan PM-AAS seluas 91.340 hektare yang harus direalisasikan pada 2026 sebagai bagian dari target nasional.
Sementara Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBMP) Sulawesi Selatan, Zainal Abidin, melaporkan bahwa target penerapan PM-AAS seluas 91.340 hektare itu merupakan bagian dari strategi peningkatan produktivitas pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan sektor pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas, serta pelaksanaan berbagai program strategis.
Ia mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) terus menunjukkan tren peningkatan dan disebut menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Selain itu, ia juga memaparkan perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian selama periode 2000–2025 sebagai salah satu indikator pertumbuhan sektor pertanian nasional.
"Semoga target kita bisa mencapai swasembada dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Dokumen Komitmen Pencapaian Target Program PM-AAS 1 Juta Hektare oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.
Penandatanganan komitmen tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat implementasi Program PM-AAS guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
