Logo Header Antaranews Makassar

Basarnas kerahjkan alutsista udara cari 18 korban KM Nurul Salsa

Selasa, 21 Juli 2026 06:10 WIB
Image Print
Tangkapan Layar - Direktur Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas RI Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo (tengah) didampingi Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar (kiri) dan Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali (kanan) saat menyampaikan perkembangan Operasi SAR pencarian korban kecelakaan KM Nurul Salsa yang tenggelam di sekitar Perairan Selayar, di Posko SAR Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi SAR Gabungan/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) bersama tim SAR gabungan mengerahkan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) laut termasuk alutsista udara dengan memperluas area pencarian seluas 1.980 nautical mil (NM) untuk mencari 18 korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di sekitar Perairan Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

"Dari awal kita sudah didukung alat utama dari TNI, khususnya dari Kodaeral VI, satu KRI Marlin, kemudian KRI Hiu. Dan dari Lanud Hasanuddin, kita juga dibantu patroli maritim Boeing 737-200, dan standby Helikopter Caracal," ujar Direktur Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas RI Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo melalui keterangan videonya diterima saat berada di Selayar, Senin.

Ia menyampaikan, sampai dengan hari keenam operasi SAR, pencarian terus dilaksanakan termasuk melibatkan TNI Angkatan Laut dalam hal ini Kodaeral VI serta TNI Angkatan Udara yakni Lanud Sultan Hasanuddin di Makassar.

Sedangkan alat dari Basarnas telah menggerakkan KN SAR Kamajaya dari Kantor Basarnas Makassar, dibantu KN SAR Pacitan dari Kantor Basarnas Kendari serta KN SAR Puntadewa dari Kantor Basarnas Maumere untuk membantu pencarian korban.

"Kita juga siap Kansar (Kepala Basarnas) dari Mataram, karena berbagai pertimbangan. Sampai dengan kemarin, sudah dievakuasi hari keempat lima korban, dan hari kelima kita dapat dua korban lagi. Alhamdulillah semuanya dalam keadaan selamat, sehingga masih ada 18 korban (hilang) sesuai konfirmasi dari pihak keluarga melapor di Posko," ucapnya menyebutkan.

Dari data korban, lanjutnya tercatat sebanyak 78 orang, 59 orang dinyatakan selamat, serta satu orang meninggal. Dari jumlah itu, sampai hari ini masih ada 18 orang korban yang masih dalam pencarian di laut.

Oleh karena itu, Basarnas yang didukung TNI maupun nelayan serta potensi SAR terus melakukan upaya hingga memperluas area pencarian,

"Kemungkinan prediksi Sarmap kita lakukan sampai dengan hari keenam ini, korban mungkin lebih banyak hanyut terbawa arus ke arah barat daya. Mungkin di Kepulaan Nusa Tenggara Barat (NTB). Makanya, tadi dari SAR Mataram dan kantor SAR Denpasar kita siapkan juga untuk sewaktu-waktu kita gerakan," katanya.

Operasi SAR hari keenam, kata Yudhi pencarian diperluas dengan tim dibagi menjadi lima sektor dengan menggerakkan alutsista yang disebutkan tadi. Meski pada hari kelima operasi pencarian telah dibagi lima sektor

"Hari ini mungkin cukup luas sekitar 1.980 nautical mil luas area pencarian. Masing-masing kita bagi sektor itu 396 nautical mil, kita bagi menjadi lima sektor sesuai kemampuan unsur-unsur kapal yang tadi kita gerakan," ucapnya menambahkan.

Personil TNI AL tergabung dalam Tim SAR Gabungan mengambil satu unit swimvest atau rompi pelampung bertuliskan KM Nurul Salsa yang mengapung di perairan utara Pulau Sanipadan. ANTARA/HO - Dokumentasi SAR Gabungan. ANTARA/HO-Dokumentasi SAR Gabungan.

Berdasarkan informasi perkembangan operasi SAR hari keenam, Kantor Basarnas Mataram menurunkan tim Rescue Boat (RB) dengan 17 personel rescue untuk mendukung operasi pencarian terhadap korban yang kini masih dinyatakan hilang.

"Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan operasi pencarian agar jangkauan area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban yang masih hilang dapat dimaksimalkan," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar.

RB 220 Mataram bergerak dari Dermaga PT Pelindo III Lembar menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa, selanjutnya bergabung dalam Operasi SAR KM Nurul Salsa. Bergabungnya unsur Basarnas Mataram, kekuatan personel dan armada di lapangan semakin bertambah untuk menghadapi luasnya area pencarian serta kondisi perairan dengan ketinggian gelombang antara dua sampai tiga meter.

Saat penyisiran, KRI Marlin-877 menemukan satu unit swimvest atau rompi pelampung bertuliskan KM Nurul Salsa di perairan utara Pulau Sanipadan dan langsung diamankan sebagai temuan yang berkaitan dengan kecelakaan kapal naas tersebut. Temuan ini selanjutnya menjadi petunjuk yang dianalisis Tim SAR Gabungan untuk mendukung pengembangan area pencarian.

Sebelumnya, Kapal KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa penumpang 78 orang. Kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan di posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar hingga akhirnya tenggelam.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026