Logo Header Antaranews Makassar

TNI diminta tetap fokus perkuat pertahanan

Selasa, 21 Juli 2026 11:37 WIB
Image Print
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Edwin (kanan bawah) dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi (kiri bawah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026). Dalam rapat tersebut, Pemerintah Indonesia dan Komisi I DPR sepakat untuk menerima hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpahankam) berupa satu kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia senilai 54 juta euro atau Rp1,108 triliun. (ANTARA/Fauzan/)

Jakarta (ANTARA) - Analis dan pemerhati pertahanan dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris), Hanif Rahadian menilai TNI harus tetap fokus pada tugas utama yakni memperkuat pertahanan negara di tengah keterlibatannya dalam mengurus ketahanan pangan.

"Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa dukungan terhadap program ketahanan pangan tidak mengurangi fokus TNI terhadap tugas pokoknya sebagai alat pertahanan negara," kata Hanif saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut Hanif, di tengah ancaman pertahanan negara yang semakin kompleks, TNI tetap perlu memperhatikan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pertahanan negara.

Langkah-langkah itu, lanjut Hanif, seperti peningkatan profesionalisme prajurit, pembinaan kekuatan, modernisasi alutsista, latihan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik ancaman yang bersifat konvensional maupun ancaman yang sifatnya hibrida.

Di sisi lain, Hanif juga memandang ketahanan pangan turut menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan negara. Karenanya, Hanif menilai pentingnya dibangun kolaborasi antara TNI dan institusi sipil terkait agar dapat saling membantu dalam mengurus ketahanan pangan.

Dengan kolaborasi itu, TNI dapat fokus ke beberapa lini saja dalam program ketahanan pangan seperti distribusi, penguatan logistik dan sebagainya. Dengan demikian beban kerja TNI tidak terlalu berat sehingga memungkinkan untuk fokus ke ketahanan pangan dan penguatan pertahanan negara.

"Pada akhirnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari besarnya keterlibatan suatu institusi, tetapi dari seberapa baik kolaborasi antar pemangku kepentingan dapat berjalan. Dengan pembagian peran yang jelas, koordinasi yang kuat, serta tetap menempatkan TNI pada fungsi strategisnya dalam mendukung ketahanan nasional," katanya menjelaskan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNI diminta tetap fokus perkuat pertahanan di tengah tugas urus pangan



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026