
TNI diminta tetap fokus perkuat pertahanan

Jakarta (ANTARA) - Analis dan pemerhati pertahanan dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris), Hanif Rahadian menilai TNI harus tetap fokus pada tugas utama yakni memperkuat pertahanan negara di tengah keterlibatannya dalam mengurus ketahanan pangan.
"Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa dukungan terhadap program ketahanan pangan tidak mengurangi fokus TNI terhadap tugas pokoknya sebagai alat pertahanan negara," kata Hanif saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Menurut Hanif, di tengah ancaman pertahanan negara yang semakin kompleks, TNI tetap perlu memperhatikan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pertahanan negara.
Langkah-langkah itu, lanjut Hanif, seperti peningkatan profesionalisme prajurit, pembinaan kekuatan, modernisasi alutsista, latihan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik ancaman yang bersifat konvensional maupun ancaman yang sifatnya hibrida.
Di sisi lain, Hanif juga memandang ketahanan pangan turut menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan negara. Karenanya, Hanif menilai pentingnya dibangun kolaborasi antara TNI dan institusi sipil terkait agar dapat saling membantu dalam mengurus ketahanan pangan.
Dengan kolaborasi itu, TNI dapat fokus ke beberapa lini saja dalam program ketahanan pangan seperti distribusi, penguatan logistik dan sebagainya. Dengan demikian beban kerja TNI tidak terlalu berat sehingga memungkinkan untuk fokus ke ketahanan pangan dan penguatan pertahanan negara.
"Pada akhirnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari besarnya keterlibatan suatu institusi, tetapi dari seberapa baik kolaborasi antar pemangku kepentingan dapat berjalan. Dengan pembagian peran yang jelas, koordinasi yang kuat, serta tetap menempatkan TNI pada fungsi strategisnya dalam mendukung ketahanan nasional," katanya menjelaskan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNI diminta tetap fokus perkuat pertahanan di tengah tugas urus pangan
Pewarta : Walda Marison
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
