Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulbar tingkatkan kemampuan puskesmas atasi TBC

Selasa, 21 Juli 2026 13:08 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melatih 30 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di puskesmas untuk memperkuat upaya percepatan eliminasi TBC melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Kualitas layanan penanggulangan TBC sangat ditentukan oleh kompetensi tenaga kesehatan di lini terdepan dan puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan," kata Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar Nursyamsi Rahim di Mamuju, Selasa.

Pelatihan penanggulangan TBC bagi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berlangsung mulai 20-24 Juli 2026 tersebut diikuti 30 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan, pelaksana program TBC di puskesmas.

Selama lima hari pelatihan peserta akan mendapatkan penguatan materi mengenai kebijakan nasional penanggulangan TBC, strategi penemuan kasus aktif (Active Case Finding), investigasi kontak, tata laksana klinis TBC, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), pencatatan dan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama Dinkes P2KB Provinsi Sulbar dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar, sebagai bagian dari strategi memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam menemukan kasus secara aktif dan meningkatkan kualitas tata laksana pasien.

Pelatihan bagi petugas TBC di puskesmas, juga bertujuan memperluas pemberian TPT serta mempercepat pencapaian target eliminasi TBC di Sulbar.

Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis (Garatta TBC), sebuah inovasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam percepatan penanggulangan TBC.

"Peningkatan kapasitas dokter, perawat, dan bidan, pelaksana program TBC menjadi investasi penting agar penemuan kasus lebih cepat, pengobatan lebih berkualitas serta pemberian terapi pencegahan TBC dapat menjangkau lebih banyak kelompok berisiko," jelas Nursyamsi.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan di wilayah kerja masing-masing dengan meningkatkan kualitas pelayanan TBC di puskesmas, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Sulbar yang bebas TBC.

"Melalui pelatihan ini, Pemprov Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sekaligus mempercepat terwujudnya Sulbar bebas TBC," kata Nursyamsi.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026