Logo Header Antaranews Makassar

BBPMP Sulsel-Institut Leimena tingkatkan keterampilan guru

Rabu, 22 Juli 2026 13:38 WIB
Image Print
Kepala BBPMP Sulsel Imran Sinong (dua dari kiri), Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid (tiga dari kiri), dan Direktur Eksekutif Institut Leimena Matius Ho saat berfoto bersama para guru yang mengikuti lokakarya kompetensi guru dalam hal Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) di Makassar, Rabu (22/7/2026). ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI bekerja sama dengan Institut Leimena mengadakan lokakarya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam hal Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB).

Kepala BBPMP Sulsel Imran Sinong di Makassar, Rabu, menyambut positif kerja sama pelaksanaan program LKLB di Sulsel yang sejalan dengan partisipasi semesta untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

“Salah satu prinsip dalam pendidikan adalah partisipasi semesta, karena kebijakan atau regulasi tidak bisa jalan sendiri. Literasi Keagamaan Lintas Budaya ini sangat relevan sebagai implementasi dari Budaya Sekolah Aman dan Nyaman,” ujarnya saat pembukaan Hybrid Upgrading Workshop (HUW) Literasi Keagamaan Lintas Budaya.

Lokakarya ini dihadiri juga oleh Plt Kepala Dinas Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Sulsel Anshar Syukur dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Ali Yafid.

Imran mengatakan BBPMP memiliki tugas penjaminan mutu pendidikan berdasarkan standar pelayanan minimal pendidikan. BBPMP juga melakukan upaya pengembangan model penjaminan mutu, sehingga dalam konteks itu, pelatihan LKLB juga bisa dikembangkan sebagai portfolio bagi para guru.

“Standar pelayanan minimal ini tidak hanya indeks literasi, numerasi, angka partisipasi, dan lainnya, tapi yang menarik juga ada indeks kebhinnekaan, indeks inklusivitas, dan indeks keamanan, ini sangat terkait erat dengan LKLB,” katanya.

Lokakarya LKLB di Makassar dilaksanakan selama empat hari pada 22-25 Juli 2026 diikuti 34 guru lintas agama jenjang SMA dari berbagai wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kota Makassar, Palopo, Parepare, serta Kabupaten Maros, Bone, Jeneponto, Wajo, Gowa, Enrekang, Pinrang, dan Toraja Utara.

Para guru akan dilatih tiga kompetensi LKLB termasuk melakukan dialog lintas agama di rumah ibadah, selanjutnya menyusun rencana pembelajaran atau program sekolah berbasis nilai-nilai LKLB.

Direktur Eksekutif Institut Leimena Matius Ho mengatakan Program LKLB telah diluncurkan sejak tahun 2021 berkolaborasi dengan lebih dari 40 lembaga pendidikan dan keagamaan.

Jumlah guru yang telah mengikuti pelatihan Program LKLB di Indonesia sebanyak 11.000 guru dari 38 provinsi, termasuk diantaranya 2.000 guru dari Provinsi Sulawesi Selatan.

“Di awal tahun 2026, kami melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan Bapak Menteri dan khususnya Pusat Penguatan Karakter, dirasa perlu untuk mengupayakan agar pendekatan LKLB juga dapat mendukung tercapainya Budaya Sekolah Aman dan Nyaman,” kata Matius.

Ia mengatakan guru memiliki peran strategis untuk mendidik generasi muda membangun budaya toleransi, menghormati perbedaan, siap bekerja sama dengan orang yang berbeda agama dan latar belakang. Itu sebabnya, Program LKLB sangat relevan sebagai salah satu implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Matius menjelaskan tiga kompetensi yang dilatih dalam LKLB adalah pertama, kompetensi pribadi, yaitu bagaimana seseorang memahami agama sendiri dengan baik dan benar dalam hubungan dengan orang lain.

Kedua, kompetensi komparatif, yaitu mengenal agama yang berbeda dari kacamata penganutnya agar mampu berempati. Ketiga, kompetensi komparatif, yaitu kemampuan bekerja sama dengan orang lain yang berbeda.

“Namanya juga beda agama, pasti ada perbedaan yang tidak bisa menjadi sama, bahkan tidak boleh disama-samakan, tapi di situlah kita belajar menghargai perbedaan dan tetap bisa bekerja sama untuk kebaikan bersama,” ujar Matius.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026