Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulsel gencarkan skrining TB

Rabu, 22 Juli 2026 17:53 WIB
Image Print
Masyarakat melakukan skrining TBC yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel di sejumlah daerah di Sulsel. ANTARA/HO-Pemprov Sulsel (.)

Makassar (ANTARA) - Pemprov Sulsel melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) dengan menggencarkan skrining menggunakan layanan portable X-Ray di wilayah serta kelompok masyarakat berisiko tinggi untuk percepat deteksi dini menuju eliminasi 2030.

"Langkah ini merupakan bagian dari strategi Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif guna mempercepat deteksi dini sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Evi Mustikawati Arifin di Makassar, Rabu.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari Gerakan Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS TB) di Sulawesi Selatan yang bertujuan menemukan kasus sedini mungkin agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan rantai penularan dapat ditekan.

Hingga 19 Juli 2026, dari estimasi target penemuan 45.556 kasus TB, telah ditemukan 14.463 kasus positif. Melalui deteksi dini, penderita selanjutnya memperoleh pengobatan sesuai standar sehingga peluang kesembuhan meningkat sekaligus membantu menekan penyebaran TB di tengah masyarakat.

Sejauh ini, skrining menggunakan portable X-Ray telah dilaksanakan di lima daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa, Kabupaten Soppeng, dan Kota Palopo.

"Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih lanjut sekaligus memastikan penderita mendapatkan pengobatan sedini mungkin," ujar Kadinkes Sulsel.

Menurutnya, penggunaan portable X-Ray memungkinkan skrining dilakukan lebih cepat, efisien, dan menjangkau masyarakat langsung di lokasi sasaran tanpa harus datang terlebih dahulu ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan jemput bola ini diharapkan mampu memperluas cakupan penemuan kasus TB di masyarakat.

Masyarakat yang hasil skriningnya menunjukkan dugaan TB selanjutnya menjalani pemeriksaan konfirmasi melalui tes cepat molekuler (TCM) sesuai standar nasional. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar penegakan diagnosis sebelum pasien memperoleh pengobatan.

Lebih lanjut, dr. Evi mengatakan strategi Active Case Finding akan terus diperkuat agar semakin banyak kasus TB dapat ditemukan sejak tahap awal.

"Diharapkan semakin banyak kasus ditemukan pada tahap awal sehingga rantai penularan dapat diputus, angka keberhasilan pengobatan meningkat, dan target Eliminasi TB Nasional Tahun 2030 dapat tercapai," pungkasnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026