
Perumda Pasar Makassar luncurkan beasiswa kuliah bagi anak pedagang

Makassar (ANTARA) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar untuk membuka Program Beasiswa Jalur Kerja Sama sebagai bentuk pemberdayaan bagi anak-anak pedagang.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya Ali Gauli Arief di Makassar, Rabu, menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan keluarga pedagang, sekaligus penghargaan bagi para pedagang yang selama ini menunjukkan komitmen dan loyalitas.
Program itu, kata dia, menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga pelaku usaha kecil di pasar tradisional.
Melalui skema tersebut, anak-anak pedagang berkesempatan melanjutkan kuliah dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, yakni uang kuliah tunggal (UKT) hanya sekitar Rp350 ribu per bulan.
"Ini adalah bentuk penghargaan kami bagi keluarga pedagang pasar, karena loyalitas mereka mencari kebutuhan bagi keluarga dan anak," jelasnya.
Program tersebut, kata dia, diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga pedagang. Pada tahap awal, program tersebut akan diterapkan di tujuh pasar tradisional yakni Pasar Sentral, Pasar Butung, Pasar Pa'baeng-baeng, Pasar Terong, Pasar Daya, Pasar Toddopoli, dan Pasar Pannampu.
Dari masing-masing pasar akan dipilih lima orang anak pedagang, sehingga sedikitnya 35 calon mahasiswa akan memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut pada tahap perdana.
"Program ini tidak sekadar memberikan keringanan biaya kuliah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga pedagang pasar," tegasnya.
Sosialisasi program dilakukan langsung oleh jajaran IBK Nitro Makassar sekaligus menjadi awal dari kemitraan strategis yang tidak hanya berorientasi pada dunia pendidikan, tetapi juga pemberdayaan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pasar tradisional.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
