Logo Header Antaranews Makassar

LPPM Unhas meraih penghargaan tata kelola riset sawit

Rabu, 22 Juli 2026 20:03 WIB
Image Print
Dosen Fakultas Pertanian Dr Ifayanti mewakili Unhas menerima penghargaan nasional tata kelola riset sawit Perisai di Jakarta. ANTARA/HO-Unhas

Makassar (ANTARA) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih penghargaan tata kelola riset sawit, sebagai Lembaga dengan Pengelolaan Administrasi Terbaik dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) saat Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) 2026.

Ketua LPPM Unhas Prof dr Muh Nasrum Massi dalam keterangan di Makassar, Rabu, menjelaskan capaian tersebut hasil penguatan sistem pengelolaan riset yang dibangun secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

Selain memperluas akses terhadap berbagai skema pendanaan penelitian, LPPM juga mengembangkan sistem pendampingan bagi peneliti agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan lembaga pendana.

"Sejak awal kami memetakan berbagai peluang pendanaan penelitian, termasuk Grant Riset Sawit BPDP," ujarnya.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Utama BPDP pada penyelenggaraan Perisai 2026 di Jakarta, 20–21 Juli 2026.

Ia menjelaskan penghargaan BPDP mencerminkan kemampuan perguruan tinggi mengelola keseluruhan siklus penelitian, mulai dari penyusunan proposal, pengelolaan pendanaan, pelaksanaan riset, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban hasil penelitian.

Tata kelola tersebut menjadi fondasi penting agar inovasi yang dihasilkan dapat dipercaya, dikembangkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Grant Riset Sawit BPDP salah satu skema pendanaan penelitian yang kompetitif di Indonesia. Proposal yang diajukan dinilai berdasarkan kualitas ilmiah, relevansi terhadap tantangan sektor kelapa sawit, serta peluang implementasi hasil penelitian.

LPPM Unhas mendorong para peneliti mengembangkan riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata.

Selama tiga tahun terakhir, Unhas berpartisipasi dalam Program Grant Riset Sawit BPDP. Pada tahun pertama keikutsertaannya, dua proposal penelitian berhasil memperoleh pendanaan. Tahun berikutnya, dua proposal lolos dari total 67 proposal yang diajukan.

Untuk 2026, Unhas mengirimkan 40 proposal penelitian dan saat ini menunggu hasil seleksi yang dijadwalkan diumumkan pada Desember mendatang.

Berkurangnya jumlah proposal yang diajukan tidak mencerminkan menurunnya minat peneliti, melainkan bagian dari penyesuaian terhadap proses seleksi yang semakin kompetitif. BPDP kini lebih menekankan kualitas proposal, kebaruan inovasi, serta potensi implementasi hasil penelitian.

Perisai merupakan forum nasional yang diselenggarakan BPDP untuk diseminasi hasil-hasil riset strategis. Forum ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui forum ini, hasil penelitian didorong tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026