Logo Header Antaranews Makassar

DPN Pengusaha Tani HKTI perkuat kelembagaan petani

Kamis, 23 Juli 2026 01:47 WIB
Image Print
Ketua Umum DPN Pengusaha Tani HKTI Yasir Machmud (tengah) didampingi jajaran pengurusnya saat dilantik untuk masa periode 2026-2031 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). .ANTARA/HO-Dokumentasi DPN Pengusaha Tani HKTI.

Makassar (ANTARA) - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pengusaha Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menegaskan komitmennya memperkuat kelembagaan petani dan mendorong lahirnya pengusaha tani modern sebagai upaya mendukung percepatan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ketua Umum DPN Pengusaha Tani HKTI Yasir Machmud mengatakan organisasi yang dipimpinnya merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih produktif, berdaya saing, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

"Ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan bangsa. Kita harus memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong lahirnya pengusaha tani yang modern, mandiri, dan berdaya saing," kata Yasir melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, penguatan kapasitas petani menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan perubahan iklim.

Karena itu, DPN Pengusaha Tani HKTI memfokuskan program pada peningkatan kemampuan kewirausahaan petani, penguatan nilai tambah hasil pertanian, serta pengembangan usaha tani yang memanfaatkan teknologi dan inovasi.

"Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus hadir sebagai organisasi yang mampu memperkuat kapasitas petani, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru di sektor pertanian," ujarnya.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk menjadi salah satu kekuatan pangan dunia apabila didukung pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kelembagaan petani yang semakin kuat.

Menurut Yasir, penguatan petani tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan, tetapi juga memperbesar peluang tumbuhnya ekonomi perdesaan melalui berkembangnya usaha tani yang lebih produktif dan bernilai tambah.

"Ketika petani kuat, maka pangan kita akan mandiri dan kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat," katanya.

Optimisme tersebut, lanjut dia, sejalan dengan tren positif sektor pertanian nasional. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi beras Indonesia pada 2025 meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didukung peningkatan luas panen dan berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian.

Sementara itu, cadangan beras pemerintah hingga April 2026 telah mencapai sekitar 4,8 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga sekitar 5 juta ton. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Yasir mengatakan capaian tersebut perlu diikuti penguatan kelembagaan ekonomi petani agar peningkatan produksi juga berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

"Oleh karena itu, kami ingin menjadikan Pengusaha Tani Indonesia HKTI sebagai rumah besar bagi petani dan pelaku usaha pertanian untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bersama-sama membangun pertanian Indonesia yang maju," ujarnya.

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus periode 2026–2031, DPN Pengusaha Tani HKTI menyusun sejumlah program strategis yang meliputi penguatan organisasi, pengembangan kewirausahaan petani, hilirisasi hasil pertanian, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan daya saing produk pertanian nasional.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi petani dapat mempercepat transformasi sektor pertanian sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026