
Meski harga tinggi, Bulog Makassar mulai serap gabah petani

Makassar (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Makassar mulai menyerap gabah kering petani meski harganya mencapai Rp7.200 per kilogram pada awal musim panen kedua di sejumlah daerah seperti Kabupaten Gowa, Takalar dan Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pemimpin Bulog Kantor Cabang Makassar Faris Sudirman AR di Makassar, Kamis menyebut harga beli ini terbilang tinggi jika dibandingkan harga maksimal yang telah ditentukan Bulog Pusat yakni Rp6.500 per kilogram.
"Kita juga memahami bahwa ini karena baru beberapa yang panen dan belum memasuki panen raya sehingga harga gabah kering petani masih mahal," ujarnya.
Tingginya harga, tidak lantas membuat Bulog Makassar menunggu harga kembali normal sesuai harga maksimal yang telah ditetapkan. Bulog Makassar tetap melakukan pembelian ke petani agar fungsi masing-masing bisa makin optimal dalam meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.
Diakui Faris bahwa harga gabah lebih dari Rp7000 per kilogram akan sangat berat jika dipaksakan masuk dalam cadangan beras pemerintah. Sehingga gabah itu disiapkan menjadi beras premium, agar tidak ada pihak yang diberatkan.
"Kita ada program lain, misalnya peraturan untuk langsung menjual produk masyarakat dalam bentuk premium, kami bisa melakukan pengadaan surat premium untuk petaninya," kata Faris.
Faris juga memastikan pihaknya tetap melakukan penyerapan gabah petani karena tingginya permintaan pasar penggilingan untuk beras premium, khususnya pada wilayah Kota Makassar. Ditopang pula masih adanya sejumlah mitra Bulog yang menjual sekitar Rp6000 an per kilogram gabah kering.
"Permintaan pasar penggilingan khususnya beras premium untuk konsumsi masyarakat menengah ke atas itu ada peningkatan juga tetapi dengan berjalannya waktu panen yang masih berlangsung, kita tentu bisa memenuhi permintaan," ujarnya.
Terkait beras premium, Faris memastikan bahwa penjualan beras premium di wilayah kerjanya telah melampaui target hingga 40 persen.
Bulog Makassar yang menaungi lima daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa dan Takalar telah berhasil menjual beras premium sebanyak 7000 ton hingga pertengahan Juli, sementara target penjualan beras premium hanya 5000 ton di 2026.
Saat ini, Bulog Makassar memiliki cadangan beras sebanyak 86.000 ton yang diproyeksikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan, termasuk persiapan Bantuan Sosial (Bansos) yang akan didistribusikan pada Agustus mendatang.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
