
Wagub Sulsel tekankan perkuat data penanganan stunting agar tepat sasaran

Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya penguatan data dalam upaya percepatan penanganan stunting di daerah itu, agar setiap intervensi tepat sasaran.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan datanya benar. Tolong diukur ulang dan diperbarui, sehingga kita mengetahui secara pasti berapa anak yang masuk kategori stunting, gizi kurang maupun wasting. Dengan data yang valid, intervensi kita juga akan lebih tepat,” katanya dalam keterangan di Makassar, Kamis.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulsel itu meminta pemerintah daerah terus melakukan pembaruan dan validasi data balita.
Fatmawati juga menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan menyiapkan bantuan alat antropometri sesuai kebutuhan puskesmas di Kota Parepare untuk mendukung pelayanan pengukuran status gizi balita.
“Nanti kita siapkan dan kirimkan sesuai kebutuhan puskesmas di Kota Parepare,” katanya saat kunjungan kerja di Parepare.
Menurut Fatmawati, target mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan berkualitas.
Karena itu, lanjutnya, percepatan penurunan stunting harus dilakukan melalui intervensi yang menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, pemberian makanan tambahan, peningkatan sanitasi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi remaja melalui konsumsi tablet tambah darah, hingga penguatan konsultasi pranikah bersama Kementerian Agama (Kemenag).
Ia menegaskan keluarga tetap menjadi kunci utama dalam mencegah stunting.
“Pemerintah bisa hadir dengan berbagai program, tetapi peran orang tua tetap menjadi yang paling utama. Pola asuh yang baik, memperhatikan kebutuhan gizi anak, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan anak memperoleh makanan bergizi harus dimulai dari rumah,” ucap Wagub Fatmawati Rusdi.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
