
Ayo tanam cabai untuk mengendalikan inflasi

Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk menanam cabai dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi.
Menurutnya, Gerakan Tanam Cabai tidak hanya mendorong pemanfaatan pekarangan rumah, tetapi juga menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu mengendalikan inflasi.
“Cabai selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi. Padahal tanaman ini mudah ditanam di pekarangan rumah maupun di pot. Karena itu, saya mengajak seluruh organisasi perempuan, sekolah, kantor, dan masyarakat untuk menggalakkan Gerakan Tanam Cabai agar kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi secara mandiri,” urainya melalui keterangannya di Makassar, Kamis.
Sehari sebelumnya, hal tersebut juga ditegaskan saat melakukan kunjungan kerja di Kota Parepare, tepatnya pada kegiatan peningkatan kapasitas kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan Gerakan Tanam Cabai sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan keluarga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
Pada kesempatan itu, Fatmawati juga meminta pemerintah daerah terus memberikan pendampingan kepada UPPKA agar berkembang menjadi pelaku UMKM yang lebih berdaya saing.
“Tidak kalah penting adalah pendampingan bagi UMKM mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran agar UMKM kita benar-benar naik kelas,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati turut meninjau pelayanan kesehatan, berdialog dengan tenaga kesehatan dan kader, sekaligus menyerahkan berbagai bantuan bagi masyarakat.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulawesi Selatan Fatmawati menegaskan bahwa penanganan stunting harus diawali dengan data yang akurat agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah terus melakukan pembaruan dan validasi data balita.
“Paling penting sekarang adalah memastikan datanya benar. Tolong diukur ulang dan diperbaharui sehingga kita mengetahui secara pasti berapa anak yang masuk kategori stunting, gizi kurang maupun wasting. Dengan data yang valid, intervensi kita juga akan lebih tepat,” ujarnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
