
Menteri Investasi apresiasi praktik ESG PT Vale di Morowali

Makassar (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan keberlanjutan lingkungan.
"Saya sangat senang dan berbahagia dapat melihat langsung lokasi PT Vale di Morowali. Hal yang paling saya perhatikan adalah bagaimana aspek sustainability yang menjaga keseimbangan antara lingkungan dan sosial sangat diperhatikan di sini. Kita melihat adanya fasilitas pembibitan, serta penerapan best mining practices dengan standar internasional. Harapannya, hal tersebut dapat terus dijaga," kata Rosan saat mengunjungi PT Vale Indonesia (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, usai menghadiri seremoni kedatangan autoclave, peralatan utama proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di kawasan pabrik Sambalagi, Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (22/7).
Dalam kunjungan tersebut, Rosan didampingi sejumlah jajaran Danantara, termasuk Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Vale, Bernardus Irmanto, Chief Project Officer (CPO) PT Vale, Muhammad Asril, beserta jajaran manajemen PT Vale lainnya.
Rosan meninjau langsung perkembangan proyek strategis tersebut sekaligus berbagai inisiatif keberlanjutan yang diterapkan PT Vale dalam operasionalnya. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah fasilitas nursery atau pusat pembibitan tanaman yang mendukung program rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang.
Menteri juga menekankan bahwa industri yang kuat adalah industri yang mampu bertumbuh bersama lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
"Tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga keselarasan dari segi bisnis itu sendiri, baik dari aspek ESG maupun dari sisi masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, investasi yang masuk dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi daerah dan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, memaparkan berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang dijalankan perusahaan, mulai dari pengembangan nursery, rehabilitasi dan reklamasi lahan, pengelolaan sediment pond, hingga berbagai program pelestarian lingkungan lainnya. Penjelasan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai komitmen perusahaan dalam memastikan kegiatan operasional berjalan seiring dengan upaya perlindungan lingkungan.
Di tengah hamparan area operasional PT Vale, fasilitas nursery menjadi representasi nyata dari komitmen tersebut. Lebih dari sekadar sarana pembibitan, fasilitas ini merupakan bagian dari pendekatan jangka panjang perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social, and Governance atau ESG) ke dalam seluruh siklus bisnisnya.
"Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT Vale berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat," kata Irmanto.
Selain mengunjungi nursery, rombongan menuju jetty yang menjadi salah satu infrastruktur strategis penunjang operasional proyek dan melihat langsung aktivitas penambangan PT Vale dari udara.
Pewarta : Darim
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
