Logo Header Antaranews Makassar

Damkarmat Makassar waspadai kebakaran di pesisir

Jumat, 24 Juli 2026 14:35 WIB
Image Print
Damkarmat Makassar saat melakukan peluncuran sekaligus sosialisasi Program Api Bahari untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir hingga kepulauan di Kota Makassar. ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar menghadirkan inovasi Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir (Api Bahari) untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dan kepulauan menghadapi ancaman kebakaran, penyelamatan (rescue), hingga berbagai kondisi kedaruratan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar Fadli Wellang di Makassar, Jumat mengatakan inovasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem penanggulangan keadaan darurat yang lebih cepat, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat.

"API BAHARI atau Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir mengusung semangat Pesisir Tanggap, Komunitas Kuat, Makassar Aman," ujarnya.

Menurutnya, inovasi tersebut dirancang sebagai solusi atas tantangan geografis Kota Makassar yang memiliki wilayah kepulauan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Pasalnya, akses menuju lokasi kejadian kerap dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan jarak tempuh sehingga berdampak pada waktu respons petugas.

"Melalui inovasi ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat," tambah Fadli.

Ia menjelaskan, selama ini masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan menghadapi tantangan besar ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya karena keterbatasan akses layanan pemadam kebakaran.

Oleh sebab itu, Damkarmat Makassar membangun konsep pemberdayaan masyarakat agar mampu melakukan tindakan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Melalui Api Bahari, Damkarmat membentuk Relawan Api Bahari yang berasal dari masyarakat pesisir. Para relawan akan mendapatkan pelatihan secara bertahap mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Termasuk, teknik penyelamatan (rescue), Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, hingga mekanisme pelaporan kejadian secara cepat dan terkoordinasi.

Fadli menuturkan, kehadiran relawan tersebut diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan respons awal terhadap berbagai insiden di wilayah kepulauan sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat diminimalkan.

"Program ini mengedepankan kolaborasi. Pemerintah memberikan penguatan kapasitas, sementara masyarakat menjadi mitra aktif dalam menjaga keselamatan lingkungannya masing-masing," jelasnya.

Tak hanya itu, kata Fadli akan dilakukan penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga unsur masyarakat dalam membangun sistem pelaporan kejadian darurat berbasis masyarakat yang lebih cepat dan efektif.

Pada fase ini diharapkan masyarakat memiliki kemampuan melakukan respons awal terhadap kebakaran maupun kondisi darurat lainnya sebelum bantuan utama tiba di lokasi.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026