
TNI bangun jembatan di wilayah pelosok Gowa

Gowa (ANTARA) - Prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 1409/Gowa membangun jembatan beton di salah satu wilayah pelosok di atas Sungai Badenglolo, Desa Borimasunggu, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Saat ini progres pembangunan fisik di lapangan mencapai 37 persen. Sinergi yang kuat antara prajurit TNI dan warga sekitar terjalin baik untuk memastikan seluruh tahapan pengerjaan berjalan aman, lancar sesuai target," ujar Pelaksana Tugs Kepala Penerangan Kodim 1409/Gowa Peltu Eddy Syam di Gowa, Jumat.
Pembangunan jembatan beton tersebut untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur serta membuka aksesibilitas wilayah terisolasi di wilayah pelosok kabupaten setempat.
Proses pengerjaan fisik jembatan, kata dia, secara padat karya dan gotong royong dengan melibatkan kolaborasi lintas unsur, masing-masing empat personel Kodim 1409/Gowa, lima personel Batalyon Teritorial Pembangunan, dan dibantu lima pekerja berasal dari warga sekitar.
Jembatan beton permanen tersebut dirancang dengan spesifikasi panjang 15 meter, lebar empat meter, serta tinggi lima meter dari dasar Sungai Badenglolo di Dusun Badenglolo.
Sarana penyeberangan ini sejak lama dinantikan masyarakat untuk dapat dilalui membawa hasil bumi dengan harapan meningkatkan perputaran perekonomian di wilayah pedesaan.
Sebanyak 1.500 kpala keluarga (KK) atau sekitar 4.500 jiwa warga di desa itu menjadi penerima manfaat langsung untuk menunjang mobilitas harian, perekonomian, dan akses pendidikan setelah jembatan ini selesai.
"Dengan penyelesaian pembangunan jembatan beton ini nantinya, diharapkan konektivitas antar-wilayah di Kecamatan Biringbulu terbuka serta mempermudah arus transportasi barang dan jasa bagi masyarakat di Desa Borimasunggu," katanya.
Program pembangunan jembatan merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Darat yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia dengan tujuan daerah terisolasi, terpencil, dan pelosok mendapatkan perbaikan infrastruktur demi kelancaran akses di daerah itu.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyebutkan di wilayah Sulsel sesuai arahan Presiden ada 337 jembatan yang akan dibangun.
Ia menegaskan pembangunan jembatan itu bagian dari program prioritas nasional yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sejauh ini, sudah 218 jembatan perintis dikerjakan TNI bersama pemerintah desa, babinsa dan masyarakat. Sisanya akan terus digenjot pembangunannya hingga selesai sebelum batas waktu yang ditentukan.
Ia menekankan pembangunan jembatan itu mementingkan spesifikasi bahan yang aman dan sesuai standar, sebab, fungsinya sebagai akses vital masyarakat yang menggunakannya.
"Kita membutuhkan jembatan dengan standar keamanan baik dan berkualitas agar digunakan aman oleh masyarakat. Kami berharap kondisi pengerjaan jembatan terus dilaporkan perkembangannya agar bisa cepat selesai untuk digunakan masyarakat," katanya usai penetakan batu pertama pembangunan jembatan di Desa Tellulmpue, Kabupaten Sinjai, belum lama ini.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
