
Waspada karhutla di Hutan Bacukiki Parepare

Makassar (ANTARA) - BPBD Kota Parepare, Sulawesi Selatan, meningkatkan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Bacukiki pascaterjadinya kebakaran di lokasi itu yang menyebabkan sekitar dua hektare lahan terbakar.
"Agar tidak terjadi kebakaran susulan pascapemblokiran kebakaran hutan di Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, kini dilakukan pemantauan ketat potensi api di sekitarnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Parepare M Rasdy Gery Runtu saat dikonfirmasi dari Makassar, Senin.
Dia mengatakan bahwa petugas bersama relawan tetap melakukan pemantauan di eks lokasi kebakaran guna memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah rawan kebakaran.
Selain itu, lanjut dia, pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu karhutla serta mengancam keselamatan warga dan lingkungan.
"Masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar demi kenyamanan dan keselamatan bersama," ujarnya.
Sementara itu, mengenai kebakaran Hutan Bacukiki pada Sabtu (25/7) lalu, dia menyampaikan bahwa penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian.
Laporan mengenai kebakaran tersebut pertama kali diterima BPBD dari layanan pemadam kebakaran setempat sekitar pukul 01.47 WITA. Setelah menerima informasi tersebut, personel BPBD bersama petugas pemadam kebakaran dan kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman guna mencegah api meluas.
Proses pemadaman sendiri berlangsung sekitar dua jam dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD, petugas pemadam kebakaran, serta personel Polsek Bacukiki. Berkat koordinasi lintas instansi tersebut, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke kawasan yang lebih luas.
Dalam peristiwa ini, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Kendati demikian, sekitar dua hektare lahan terdampak akibat kebakaran yang turut diperparah oleh kondisi cuaca kering selama musim kemarau.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
