
Pemkab Pinrang gelar Shalat Istisqa hadapi musim kemarau

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang, Sulawesi Selatan menggelar Shalat Istisqa di halaman kantor bupati setempat, Senin, sebagai ikhtiar memohon turun hujan dalam menghadapi musim kemarau yang berdampak pada sektor pertanian.
"Di tengah musim kemarau panjang yang mulai berdampak terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air di hampir seluruh wilayah Kabupaten Pinrang, maka pemkab menggelar Shalat Istisqa," kata Bupati Pinrang Irwan Hamid didampingi jajaran forkopimda setempat di Pinrang, Senin.
Selain forkopimpda yang turut shalat berjamaah meminta hujan, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, serta masyarakat setempat juga tidak ketinggalan, pasalnya
sepanjang kemarau sudah ada sekitar 75 hektare sawah yang mengalami kekeringan.
Ia menjelaskan kemarau yang berkepanjangan telah dirasakan hampir di semua kecamatan di Kabupaten Pinrang.
Dampak terparah terjadi di sejumlah daerah pertanian yang mengandalkan irigasi tadah hujan, sehingga debit air terus menurun dan mengancam keberlangsungan musim tanam.
"Sebagai pemerintah, kami telah melakukan berbagai upaya teknis sesuai kewenangan yang dimiliki. Namun sebagai umat yang beriman, ikhtiar tersebut harus disempurnakan dengan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan," ujar dia.
Bupati Irwan menegaskan bahwa Shalat Istisqa bukan hanya sebagai permohonan agar hujan segera turun, tetapi juga menjadi kesempata memperkuat keimanan, introspeksi diri, serta mempererat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi ujian musim kemarau.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Pinrang untuk memperbanyak doa, meningkatkan ibadah, serta menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan.
Menurut dia, turunnya hujan akan membantu menjaga keberlangsungan sektor pertanian, memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, serta mengurangi potensi kerugian akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Pinrang mencatat sekitar 75 hektare lahan sawah mengalami kekeringan cukup parah.
Wilayah terdampak berada di Kecamatan Jampue sekitar 40 hektare dan Kecamatan Suppa sekitar 35 hektare.
Selain itu, beberapa kawasan lain, seperti Salipolo dan Pekkabata, juga mulai mengalami penurunan pasokan air akibat rendahnya debit air irigasi.
Pemerintah Kabupaten Pinrang telah melakukan berbagai langkah mitigasi, di antaranya menyalurkan bantuan pompa air kepada petani, melakukan pompanisasi dari Sungai Saddang di sejumlah tempat, serta memprioritaskan penyelamatan tanaman padi yang sedang memasuki fase pertumbuhan agar tidak mengalami gagal panen.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
