
Pemprov Sulbar edukasi masyarakat pentingnya pangan lokal

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Sulbar menggelar gerakan edukasi pangan dan gizi di Kabupaten Majene sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya pemanfaatan pangan lokal untuk mencegah kekurangan gizi.
"Edukasi pangan dan gizi merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi pangan lokal secara berkelanjutan," kata Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar Suyuti Marzuki, di Majene, Rabu.
Gerakan edukasi pangan dan gizi tersebut diikuti 60 peserta yang terdiri atas masyarakat, ibu yang memiliki balita kurang gizi, ibu hamil dan ibu menyusui yang ada di Kabupaten Majene.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai solusi pemenuhan gizi keluarga," ujar Suyuti Marzuki.
Suyuti Marzuki menyampaikan, gerakan edukasi pangan dan gizi merupakan salah satu upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya kaum ibu, mengenai pentingnya penerapan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulbar terus mendorong lahirnya keluarga yang sehat, mandiri dan mampu memanfaatkan sumber daya pangan daerah sebagai penopang ketahanan pangan serta percepatan penurunan stunting.
"Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan potensi pangan lokal secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting dan berbagai permasalahan gizi di Sulbar," katanya.
Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan, seluruh peserta juga menerima bantuan pangan bergizi sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Paket bantuan tersebut terdiri atas beras, telur, abon, minyak goreng, dan gula yang menjadi sumber energi dan protein untuk mendukung perbaikan status gizi, khususnya bagi balita kurang gizi, ibu hamil dan ibu menyusui.
"Ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan pangan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengolah dan mengonsumsi pangan yang bergizi, beragam, dan aman," kata Suyuti Marzuki.
Suyuti Marzuki berharap kolaborasi antara Dinas Pangan, TP PKK, pemerintah daerah dan masyarakat terus diperkuat agar upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulbar dapat berjalan lebih optimal.
Ia juga berharap, melalui sinergi antara TP PKK dan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar gerakan edukasi pangan dan gizi diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun keluarga yang lebih sadar gizi, mampu mengelola pangan secara bijaksana.
"Serta menjadikan pangan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Sulbar yang maju, sehat dan sejahtera," kata Suyuti Marzuki.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
