
Bulog Sulselbar salurkan bantuan untuk tiga bulan hadapi El Nino

Makassar (ANTARA) - Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyalurkan bantuan pangan hingga tiga bulan ke depan sebagai upaya mengantisipasi dampak kemarau ekstrem atau El Nino.
Bantuan pangan ini disiapkan untuk tiga bulan, terhitung Juli-September, hanya saja distribusi bantuan pangan ini baru mulai disalurkan pada Agustus 2026.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar Fahrurozi di Makassar, Jumat, menyampaikan fenomena alam berupa El Nino mengakibatkan lahan pertaniandi beberapa lokasi mengalami kekeringan.
"Kita mengantisipasi, jangan sampai ada kekurangan beras di masyarakat. Terutama antisipasi adanya kenaikan harga," ujarnya.
Guna mengantisipasi hal tersebut maka pemerintah telah menyetujui penyaluran bantuan pangan tahap kedua di 2026 untuk alokasi Juli, Agustus dan September.
Berbeda dari biasanya yang hanya dibagikan dua kali atau dua bulan, namun karena fenomena El Nino, maka pemerintah menambah kuantitas pembagian bantuan pangan menjadi tiga bulan dengan masing-masing 10 kg per alokasi setiap bulannya atau 30 kg.
"Perbedaannya adalah untuk alokasi ini tidak ada minyak goreng. Kita salurkan hanya beras saja," ujarnya.
Kebijakan ini telah ditentukan pemerintah pusat berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar. Dari sana ditentukan, bantuan pangan tanpa minyak untuk menjaga pasokan minyak di masyarakat secara umum dan mengisi pasar-pasar di tengah masyarakat.
"Jadi perbedaannya memang minyak goreng tidak diberikan, ini nanti disiapkan untuk mengisi pasar-pasar. Supaya tidak ada kelangkaan seperti semester kemarin," ujar Fahrurozi.
Saat ini, Bulog Sulselbar mencatat stok minyak kita sebanyak 1,4 juta liter yang dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sulselbar hingga dua pekan ke depan. Bulog juga tengah mengutamakan intervensi ke pasar-pasar kabupaten untuk stabilisasi harga minyak.
Sementara terkait kebutuhan bantuan pangan beras SPHP, Fahrurozi memastikan stok beras sangat surplus yakni sebanyak 855 ribu ton. Jumlah yang dinilai akan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, bahkan hingga sembilan bulan ke depan atau Mei 2027.
Terkait penyaluran beras SPHP, Bulog Sulselbar memerlukan beras sekitar 27 ribu ton untuk satu kali penyaluran untuk wilayah Sulawesi Selatan, sehingga dibutuhkan sedikitnya 81 ribu ton beras SPHP untuk menyalurkan bantuan pangan selama tiga bulan.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
