
DPPKB Gowa raih 15 penghargaan Harganas ke-33 Sulsel

Gowa (ANTARA) - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Gowa berhasil meraih 15 penghargaan pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kepala DPPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud di Gowa, Jumat, menegaskan bahwa penghargaan tersebut wujud nyata keberhasilan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
"Alhamdulillah, 15 penghargaan ini menjadi kebanggaan kita semua. Capaian ini murni lahir dari komitmen kuat pimpinan daerah serta kerja keras tanpa henti para petugas di lapangan," ujar Sofyan.
Dari total 15 penghargaan, terdapat tiga capaian menonjol. Pertama, Terbaik 1 Kabupaten/Kota dengan Capaian Pelayanan Peserta Baru (PB) pada Pelayanan KB Serentak.
Kedua, Juara 1 Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik Kategori Kabupaten oleh Desa Tonasa. Ketiga, apresiasi daerah dengan Cakupan 100 Persen Sampel Keluarga Terdata pada Pelaksanaan Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK25).
Bagi Pemerintah Kabupaten Gowa, belasan apresiasi ini menjadi catatan kinerja positif yang akan diikuti dengan penguatan layanan publik. Lanjut Sofyan, kesuksesan pembangunan keluarga sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak di akar rumput.
"Kami sangat mengapresiasi dedikasi penyuluh KB, kader posyandu, mitra kerja, dan masyarakat luas. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan setiap edukasi tersampaikan kepada keluarga sasaran," tambahnya.
Keberhasilan mencapai target pendataan keluarga menjadi bukti validitas data Kabupaten Gowa untuk intervensi lanjutan. DPPKB Gowa berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh keluarga.
"Data akurat ini sangat esensial. Kami akan memanfaatkannya sebagai instrumen utama untuk percepatan penurunan angka stunting demi peningkatan kualitas sumber daya manusia ke depannya," tutup Sofyan.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
