
Wali Kota Makassar : Kerukunan antarumat fondasi stabilitas dan pertumbuhan kota

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Munafri Arifuddin menegaskan bahwa kerukunan antar-umat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kalau setiap hari ada konflik horizontal, konflik keagamaan, orang tidak akan mau datang. Maka dari itu, baseline, dasar dari segalanya adalah kerukunan antar-umat beragama yang harus kita jaga dengan baik,” katanya saat menghadiri pengukuhan pengurus Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan di Aula Keuskupan Agung Makassar, Jumat.
Munafri menggarisbawahi kerukunan bukan hanya persoalan kehidupan sosial, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan pembangunan kota.
Stabilitas sosial dan keamanan, kata dia, menjadi salah satu faktor penting yang membuat masyarakat nyaman dan investor tertarik datang ke Makassar. Kehadiran investasi akan mendorong perputaran ekonomi dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi atas terbentuknya FKLA Sulsel yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Ia meminta forum tersebut tidak boleh hanya bergerak ketika terjadi bencana, tetapi harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Kota ini tidak menyediakan tempat untuk satu agama saja, tetapi menyediakan seluruh sudut kotanya untuk keberagaman seluruh masyarakat bisa hidup dan tumbuh bersama-sama,” ujarnya.
Ia menyebut perjalanan Kota Makassar sebagai kota metropolitan tidak terlepas dari berbagai dinamika sosial. Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan yang harus dirawat bersama.
Munafri menyampaikan penghargaan Harmony Award yang diterima Kota Makassar pada 2024 merupakan salah satu bentuk apresiasi atas kerja bersama dalam menjaga kerukunan.
Ia menilai kehadiran FKLA dapat memperluas semangat kemanusiaan tanpa sekat agama maupun kelompok. Ia mencontohkan dalam situasi bencana, bantuan kepada masyarakat tidak pernah dibatasi oleh latar belakang agama.
“Saya pemeluk agama Islam. Saya tidak akan membantu hanya kepada saudara-saudara Muslim yang membutuhkan bantuan saya. Ada juga saudara-saudara lain dari agama lain yang bisa menerima apa yang bisa saya bantu. Demikian pula sebaliknya,” ujarnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
