Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel deflasi 0,18 persen, dipengaruhi panen melimpah

Senin, 3 Agustus 2026 21:35 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pedagang melayani pembeli di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Arnas Padda

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tingkat perekonomian provinsi itu pada awal Juli 2026 terjadi deflasi 0,18 persen secara bulanan atau month to month (mtm) karena panen beberapa komoditas melimpah.

Ketua Tim Data Statistik BPS Sulsel Prayitno di Makassar, Senin, mengatakan deflasi Sulsel terjadi karena kontribusi kelompok pada sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya.

"Secara nasional umumnya itu deflasi dan di Sulsel deflasi 0,18 persen dan itu disumbang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau,” ujarnya.

Prayitno menerangkan penurunan harga beberapa komoditi seperti tomat, cabai rawit, emas perhiasan, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam, cabai merah, jagung manis, cumi-cumi dan kacang panjang.

Sementara 10 komoditas lainnya yang menjadi penyeimbang deflasi atau inflasi dengan kenaikan harganya seperti bensin, akademi perguruan tinggi, beras, ikan layang, ikan teri, ikan cakalang, taman kanak-kanak, sepeda motor, bawang putih dan sewa rumah.

Selain itu, jika dilihat dari tren tahunan atau year on year (yoy) pada Juli 2026, Sulsel masih mencatatkan inflasi yang disebabkan oleh naiknya indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 9,78 persen, diikuti oleh kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,42 persen, serta transportasi sebesar 3,15 persen.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 2,25 persen, makanan minuman dan tembakau sebesar 2,54 persen, perlengkapan rumah tangga sebesar 1,86 persen, informasi dan komunikasi sebesar 1,77 persen, rekreasi dan budaya sebesar 1,56 persen, kesehatan sebesar 1,33 persen, serta perumahan dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,21 persen.

Secara akumulasi tahun kalender atau year to date (ytd), inflasi Sulsel hingga Juli 2026 tercatat sebesar 2,36 persen.

"Dari sisi wilayah, disparitas harga cukup terlihat di mana Kabupaten Luwu Timur mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 3,50 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 113,54. Sebaliknya, Kota Palopo memiliki tingkat inflasi terendah sebesar 1,48 persen dengan IHK sebesar 110,40," ucapnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS: Sulsel deflasi 0,18 persen dipengaruhi panen melimpah



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026