Logo Header Antaranews Makassar

Srikandi PLN UID Sulselrabar cetak 100 perempuan siaga bencana

Selasa, 4 Agustus 2026 07:40 WIB
Image Print
Srikandi PLN UID Sulselrabarsaat mendapat pembekalan keterampilan dasar P3K bersama PMI Kota Makassar sebagai bekal memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat menghadapi bencana di Makassar. ANTARA/HO-Humas PLN UID Sulselrabar (B)

Makassar (ANTARA) - Srikandi PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mencetak 100 perempuan tangguh dan siaga bencana melalui kegiatan bertajuk “Perempuan Tangguh Bencana” di Kantor PLN UID Sulselrabar.

Sebanyak 100 peserta berasal dari Srikandi di unit wilayah kerja PLN UID Sulselrabar, perwakilan PLN UIP Sulawesi, PLN UIP3B Sulawesi, PLN ICON+, Divisi Hukum, Divisi Sistem Teknologi Informasi (STI), serta Divisi Human Capital Business Partner (HCBP).

“Dalam setiap situasi bencana, perempuan memiliki peran yang sangat penting, baik sebagai ibu, pendidik pertama dalam keluarga, penggerak komunitas, maupun agen perubahan di tengah masyarakat," ujar Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar Yuli Ashaniais Ramadani melalui keterangan resminya di Makassar, Senin.

Kegiatan ini juga diikuti perwakilan pengurus Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati serta tenaga alih daya perempuan di lingkungan PLN UID Sulselrabar.

Kegiatan ini digagas karena perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus posisi strategis sebagai penggerak kesiapsiagaan di lingkungan masyarakat.

"Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana, ketahanan keluarga dan lingkungan juga akan semakin kuat,” tambah Yuli yang juga menjabat sebagai Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sulselrabar.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan materi pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan saat situasi darurat terjadi, sehingga peserta bisa mengambil tindakan yang tepat sekaligus melindungi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memperkuat peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kata Yuli, program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Srikandi PLN dalam mendukung pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta memperoleh pembekalan dan praktik langsung mengenai Hazard Identification, Risk Assessment, and Control (HIRAC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar serta Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar.

Selain meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghadapi kondisi darurat, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan kulit pascabencana bersama dr Ghea Anisah.

Program ini menjadi wujud dukungan PLN terhadap pencapaian Sustainable Development Goals sekaligus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance dalam berbagai aktivitas sosial perusahaan.

“Mari bersama-sama mewujudkan perempuan yang tidak hanya berdaya, tetapi juga tangguh, peduli, dan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun komunitas yang lebih siap menghadapi bencana,” urai Yuli.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026