Logo Header Antaranews Makassar

Makassar luncurkan bank sampah sektoral

Selasa, 4 Agustus 2026 09:08 WIB
Image Print
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar Melinda Aksa saat meluncurkan Bank Sampah Sektoral di Kecamatan Panakkukang Makassar, Selasa (4/8/2026). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa Munafri meresmikan dan meluncurkan Bank Sampah Sektoral Kecamatan Panakkukang sebagai bagian dari pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

"Kehadiran bank sampah sektoral ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mempercepat perputaran transaksi bank sampah di tingkat wilayah," ujarnya di Makassar, Selasa.

Melinda Aksa yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar itu menegaskan bahwa upaya pengelolaan sampah kini sudah memasuki fase baru yang sangat membutuhkan keterlibatan aktif serta sinergi dari seluruh pihak, mulai dari tingkat masyarakat hingga lintas sektor.

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), salah satunya melalui penguatan bank sampah sektoral yang terhubung dengan bank sampah unit di setiap kelurahan.

Melinda mengungkapkan bahwa perkembangan bank sampah di Kota Makassar menunjukkan tren yang sangat positif. Jika pada awal tahun jumlah bank sampah unit yang aktif masih berkisar 300 unit, kini jumlahnya telah meningkat menjadi sekitar 700 unit.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung kebijakan pengurangan sampah yang mulai diterapkan sejak 1 Agustus, di mana TPA Antang difokuskan hanya menerima sampah residu.

“Ini bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi membangun sebuah sistem. Bank sampah sektoral akan menjadi penghubung yang memperkuat bank sampah unit sehingga roda ekonomi sirkular dapat berjalan lebih cepat di tengah masyarakat,” terangnya.

Melinda juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, mulai dari ASN, camat, lurah hingga RT, dan RW, untuk menjadi contoh dalam menerapkan pemilahan sampah dari rumah.

Ia mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat yang selama puluhan tahun mencampur sampah bukanlah pekerjaan mudah. Namun menurutnya, perubahan harus terus diupayakan melalui edukasi yang konsisten serta dukungan fasilitas yang memadai.

Dia mendorong setiap rumah tangga untuk mulai mengolah sampah organik secara mandiri melalui berbagai metode seperti biopori, komposter, maupun takakura. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPA secara signifikan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026