Logo Header Antaranews Makassar

Menko Pangan meminta asosiasi dan kepala desa luruskan hoaks tentang Kopdes

Selasa, 4 Agustus 2026 17:32 WIB
Image Print
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada seminar Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih (KDKMP) di Kota Makassar, Selasa (4/08/2026). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta kepada sejumlah asosiasi desa dan kepala desa ikut mensosialisasikan Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kepada masyarakat seiring banyaknya hoaks yang berseliweran terkait kehadiran Kopdes.

"Sekali lagi, tolong dijelaskan kepada masyarakat, karena sekarang ini banyak hoaks tentang Kopdes. Kita juga tidak tahu siapa yang memproduksinya,” kata Menko Zulkifli Hasan pada seminar Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih (KDKMP) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Pada kesempatan tersebut sejumlah perwakilan asosiasi desa hadir, seperti Apdesi Merah Putih, Apdesi, Papdesi, Gema Desa Nuswantoro, Kompakdesi, dan Abpednas, serta ratusan kepala desa dan sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan.

Menko Zulkifli Hasan mengatakan masyarakat harus tahu dan memahami bahwa koperasi desa adalah milik desa, yang hadir untuk meningkatkan perekonomian desa.

Menurutnya, para asosiasi perlu menegaskan ke masyarakat bahwa koperasi desa dirancang bukan sebagai supermarket dan sama sekali tidak hadir untuk mematikan warung kelontong warga.

"Sebaliknya, koperasi berfungsi sebagai mitra pendukung, semisal pemilik warung kelontong dapat menitipkan barang dagangannya di koperasi. Itu bisa dipasarkan lewat Kopdes," kata Menko Zulkifli Hasan.

Kopdes Merah Putih merupakan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan seluruh barang subsidi dan berbagai bantuan pemerintah.

Lebih lanjut Menko Pangan mengatakan Presiden Prabowo menilai masih banyak bantuan yang belum tepat sasaran, sehingga melalui Kopdes Merah Putih bantuan itu bisa disalurkan, sekaligus mengidentifikasi masyarakat yang layak menerima bantuan.

“Kalau nanti dikelola di tingkat desa (Kopdes), bisa dicek apakah penerimanya benar-benar orang yang berhak. Dengan begitu, subsidi menjadi tepat sasaran. Ke depan semuanya akan berbasis by name by address," ujarnya.

Ia mencontohkan penyaluran komoditas subsidi meliputi pupuk, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga gas elpiji. Demikian pula dengan bantuan pemerintah seperti beras 10 kg dan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bantuan sektor perikanan, seluruhnya akan didistribusikan secara terpadu melalui Kopdes Merah Putih.

Menko Pangan juga menjelaskan sejumlah manfaat dari Kopdes mulai dari kemudahan layanan pembayaran, dimana masyarakat desa dapat melakukan berbagai transaksi harian lebih efisien, salah satunya adalah pembayaran tagihan listrik.

Inisiatif ini dinilai tidak hanya mendekatkan akses pembayaran ke pemukiman warga, tetapi juga memberikan nilai tambah finansial bagi kedaulatan ekonomi lokal.

"Lewat koperasi, bisa memperoleh insentif biaya jasa sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk setiap transaksi yang dilakukan," kata Menko Zulkifli Hasan.

Pengembangan koperasi secara masif di tingkat tapak ditujukan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja baru di pedesaan. Dengan asumsi satu koperasi mampu menyerap enam hingga tujuh tenaga kerja lokal, maka dengan skala pembangunan di sekitar 80.000 desa, program ini berpotensi membuka kesempatan kerja bagi hampir setengah juta penduduk desa.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Pangan minta asosiasi dan kepala desa luruskan hoaks soal Kopdes



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026