Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar perkuat pariwisata berbasis budaya lewat festival

Selasa, 4 Agustus 2026 19:06 WIB
Image Print
Foto udara wisata pantai Tapandullu Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (14/12/2025). Pantai yang dikelola oleh swadaya masyarakat tersebut merupakan salah satu destinasi wisata yang menyajikan keindahan pantai yang biru serta hiburan perahu pisang, tempat berkemah, penginapan, tempat bersantai dan kuliner khas Sulbar yang dapat ditempuh 25 kilometer dari Kota Mamuju. (ANTARA/Akbar Tado/)

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen memperkuat pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya dan konservasi lewat pelaksanaan festival.

"Pelaksanaan festival ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat dan generasi muda mampu menghadirkan inovasi dalam membangun destinasi wisata berbasis budaya," kata Kepala Dispoparekraf Sulbar Bau Akram Dai di Mamuju, Selasa.

Bau Akram menyampaikan itu, pada pelaksanaan Festival Budaya Laskar Mamuju di Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Festival Budaya Laskar Mamuju yang digelar masyarakat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Menurut dia, selain menampilkan beragam atraksi seni dan tradisi, kegiatan itu juga menjadi media promosi potensi wisata Mamuju serta membuka ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif melalui produk lokal dan kreativitas masyarakat.

Lebih lanjut ia mengatakan festival tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulbar dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata untuk mempercepat pembangunan daerah melalui penguatan sektor-sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Festival seperti ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga menjadi penggerak inovasi, promosi budaya serta pemberdayaan masyarakat," kata Bau Akram menjelaskan.

Menurut dia, pendekatan budaya yang digagas mahasiswa melalui festival di Sumare tersebut tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu mengangkat potensi wisata, memperkuat identitas budaya lokal, sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Bagi Bau Akram, yang juga adalah Raja Mamuju, Desa Sumare sendiri memiliki potensi wisata yang cukup besar, mulai dari panorama pesisir, kekayaan budaya hingga tradisi masyarakat yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

"Sumare memiliki potensi wisata untuk terus dikembangkan. Jika dikelola secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda, saya yakin kawasan ini mampu menjadi destinasi yang memberikan manfaat ekonomi, membuka lapangan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong lahirnya kolaborasi serupa agar potensi budaya, tradisi dan produk ekonomi kreatif daerah semakin dikenal luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal lain yang mendapat perhatiannya adalah rekomendasi mahasiswa KKN PPM UGM terkait pentingnya konservasi burung Maleo, sebagai satwa endemik Mamuju merupakan aset yang sangat berharga.

Menurut Bau Akram, pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati daerah.

Pembangunan pariwisata menurut dia, harus diiringi komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati daerah.

"Upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekowisata yang edukatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," katanya menjelaskan.

Ia berharap Festival Budaya Laskar Mamuju terus berkembang sebagai agenda kolaboratif yang mampu menghubungkan pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata dan konservasi lingkungan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026