Logo Header Antaranews Makassar

NTP Sulsel naik 2,14 persen tanda membaiknya kesejahteraan

Rabu, 5 Agustus 2026 09:51 WIB
Image Print
Seorang petani membajak sawahnya menggunakan mesin traktor di areal Persawahan Desa Biccoing, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (1/11/2024). ANTARA FOTO/Andri Saputra

Makassar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Juli 2026 tercatat 121,34, atau mengalami kenaikan sebesar 2,14 persen dibandingkan Juni 2026 sebesar 118,80.

"Kenaikan ini mencerminkan membaiknya tingkat kesejahteraan petani secara umum yang disebabkan oleh meningkatnya harga yang diterima petani dibandingkan dengan harga yang dibayar untuk konsumsi maupun biaya produksi," ujar Ketua Tim Data Statistik BPS Sulsel Prayitno di Makassar, Senin

Dia mengatakan kenaikan NTP tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib). It mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen sementara Ib naik sebesar 0,30 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada bulan Juli 2026, NTP di Sulawesi Selatan secara umum mengalami kenaikan yaitu sebesar 2,14 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

NTP gabungan ini merupakan rata-rata dari lima subsektor pertanian utama. Pada bulan Juli 2026, NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat mengalami kenaikan 1,75 .

Subsektor Hortikultura (NTPH) sebesar mengalami penurunan 7,82 poin, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mengalami kenaikan sebesar 7,10 persen, sementara subsektor Peternakan (NTPT) naik 2,15 persen, dan Subsektor Perikanan (NTNP) mengalami kenaikan sebesar 3,41 persen.

"Beberapa komoditas yang memiliki andil terbesar terhadap penurunan indeks harga yang diterima petani adalah tomat, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam, cabai merah, jagung manis, dan kacang panjang," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026