Logo Header Antaranews Makassar

Disdik Sulsel prioritaskan revitalisasi sekolah di daerah terpencil

Kamis, 6 Agustus 2026 04:41 WIB
Image Print
Ilustrasi - Salah satu sekolah di Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang merupakan salah satu sekolah di kepulauan yang masih minim fasilitas pendidikan. ANTARA/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memprioritaskan revitalisasi sekolah yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) untuk mendorong pemerataan pendidikan.

"Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi peserta didik yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran di wilayah terpencil," kata Kepala Disdik Provinsi Sulsel Iqbal Najamuddin di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sekolah di kawasan 3T. Pemerintah daerah juga telah mengusulkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan.

Selain pembangunan dan perbaikan fisik sekolah, lanjut dia, revitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat fasilitas pembelajaran berbasis digital. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap metode pembelajaran yang lebih modern bagi siswa di daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas.

Menurut Iqbal, pemerataan pendidikan tidak hanya menyangkut ketersediaan tenaga pendidik, tetapi juga memastikan siswa memperoleh lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung proses pembelajaran.

Program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang pada 2026 memprioritaskan revitalisasi sekolah rusak berat, sekolah di wilayah 3T, serta sekolah yang terdampak bencana.

Secara nasional, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp14 triliun untuk program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026. Program tersebut ditargetkan menjangkau puluhan ribu satuan pendidikan di berbagai daerah.

Bagi Sulawesi Selatan, perhatian terhadap sekolah di kawasan 3T menjadi penting mengingat kondisi geografis sejumlah wilayah yang tersebar dan memiliki tantangan akses. Perbaikan infrastruktur pendidikan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kualitas layanan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok.

Penguatan fasilitas digital juga diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi siswa di daerah terpencil untuk mendapatkan sumber belajar dan pengalaman pendidikan yang setara dengan siswa di wilayah perkotaan.

Kepala Disdik Sulsel menilai revitalisasi sekolah harus memberikan dampak langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar. Karena itu, pembangunan sarana pendidikan diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga mendukung peningkatan mutu pembelajaran.

Dengan menjadikan wilayah 3T sebagai prioritas, Pemprov Sulsel berupaya memastikan keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026