
Gubernur Sulsel optimistis SRT mampu mencetak generasi berakhlak berdaya saing

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman optimistis kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) mampu mencetak generasi berakhlak dan berdaya saing.
Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan Sekolah Rakyat hadir tidak hanya menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, tetapi juga membekali peserta didik dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global.
Ia menilai fasilitas sekolah sangat lengkap, didukung tenaga pendidik yang berkualitas, serta kurikulum yang memberikan pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin.
Ia meyakini bangunan tersebut akan menjadi tempat bagi anak-anak untuk menggapai masa depan yang lebih baik.
"Fasilitasnya sangat lengkap, tenaga pendidiknya luar biasa, bahkan para siswa dibekali kemampuan berbahasa Inggris, Jepang, hingga Mandarin sebagai bekal menghadapi persaingan global," lanjutnya saat mendampingi Mensos Saifullah Yusuf meninjau aktifitas SRT 3 di Sudiang, Makassar.
Selain aspek akademik, kata dia, pembentukan karakter dan akhlak juga menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
"Saya optimistis Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia," tambahnya.
Andi Sudirman meyakini Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu pilihan masyarakat karena memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan masa depan yang lebih baik.
Dalam momentum tersebut, Gubernur tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial atas hadirnya program Sekolah Rakyat yang dinilai membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga yang membutuhkan.
"Ini adalah program yang sangat istimewa dan menjadi amal jariyah yang besar dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
