
KKMD Sulsel dan "stakeholder" perkuat koordinasi jaga ekosistem mangrove

Makassar (ANTARA) - Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama sejumlah pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove untuk mendukung keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan.
"Penguatan koordinasi tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi bersama Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru guna menyamakan persepsi dalam menjaga kelestarian dan perlindungan hutan mangrove," kata Ketua KKMD Sulsel Andi Tenriola Rivai di Makassar, Sabtu.
Menurut dia, forum tersebut menjadi sarana mempererat komunikasi, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga pencegahan berbagai potensi gangguan terhadap kawasan mangrove.
“Kami ingin membangun komunikasi sehingga setiap permasalahan maupun potensi yang ada di kawasan mangrove dapat diselesaikan secara musyawarah dan kolaboratif bersama pemerintah daerah,” ujar Andi Tenriola.
Ia mengatakan sinergi yang kuat antara KKMD, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu menciptakan kawasan mangrove yang aman, lestari, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Barru Fauziah mengapresiasi inisiatif KKMD Sulsel membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten. Menurut dia, komunikasi yang baik penting untuk membangun kepedulian bersama terhadap perlindungan dan pengelolaan mangrove.
Kawasan mangrove Barru memiliki keanekaragaman hayati, termasuk berbagai jenis burung air seperti ibis rokoroko, kuntul kerbau, dan bangau putih. Kawasan sekitar Pulau Panikiang juga menjadi habitat dugong.
Ia menegaskan pihaknya siap bekerja sama menjaga kelestarian hutan mangrove demi kepentingan generasi mendatang. Sinergi yang telah terbangun diharapkan terus ditingkatkan agar pengelolaan mangrove menjadi aman, produktif, lestari, dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
Kepala Balai Pengelolaan Daerah Sungai Jeneberang Saddang Abdul Aziz berharap kolaborasi KKMD Sulsel dan seluruh stakeholder menjadi bagian dari komitmen mewujudkan tata kelola mangrove berkelanjutan dengan memperhatikan keseimbangan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.
KKMD Sulawesi Selatan juga telah memantapkan rencana aksi perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove di Sulsel. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru terus mendorong peningkatan kepedulian masyarakat melalui sosialisasi mengenai pentingnya keberadaan hutan mangrove.
KKMD merupakan wadah koordinasi lintas sektor dan instansi di tingkat provinsi yang dibentuk untuk mendukung perlindungan, rehabilitasi, dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Upaya kolaboratif tersebut sejalan dengan penguatan rehabilitasi dan konservasi mangrove di Indonesia yang bertujuan menjaga ketahanan wilayah pesisir menghadapi perubahan iklim, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan mangrove.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
