
Dinkes Sulbar perkuat kesiapsiagaan hadapi potensi krisis kesehatan

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar sosialisasi tugas dan fungsi Tim Teknis Krisis Kesehatan tahun 2026 sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi terjadinya krisis kesehatan.
"Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi personel Tim Klaster dan Tim Teknis Krisis Kesehatan menghadapi potensi bencana dan situasi yang dapat menimbulkan krisis kesehatan di Sulbar," kata Sekretaris Dinkes P2KB Sulbar, Merintani Erna Dochri, di Mamuju, Sabtu.
Pada kegiatan itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian dan SDM Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Darmawiyah, memaparkan peran strategis klaster kesehatan dalam penanggulangan krisis kesehatan.
Materi yang disampaikan, meliputi penguatan peran tim pada tiga fase utama penanggulangan krisis kesehatan, yaitu fase pra-krisis, fase tanggap darurat dan fase pasca-krisis.
Pada fase pra-krisis, fokus diarahkan pada peningkatan kesiapsiagaan, penyediaan sumber daya kesehatan serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Saat tanggap darurat, tim diharapkan mampu mengaktifkan klaster kesehatan secara cepat, melakukan penilaian awal, mobilisasi logistik, serta memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Sementara pada fase pasca-krisis, dilakukan rehabilitasi, rekonstruksi dan pemulihan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa penguatan koordinasi antar-bidang, ketersediaan logistik, sumber daya manusia kesehatan serta sistem rujukan menjadi faktor penting dalam menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan pada saat terjadi bencana.
Terpisah, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar Nursyamsi Rahim menyampaikan, kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen Pemprov Sulbar dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah melalui peningkatan kesiapsiagaan, kolaborasi lintas sektor untuk melindungi masyarakat dari dampak krisis kesehatan.
Penguatan kapasitas Tim Klaster Kesehatan kata Nursyamsi, merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh terhadap berbagai ancaman bencana.
"Kita harus memastikan Sulbar memiliki sumber daya kesehatan yang siap, baik tenaga, logistik, maupun sistem koordinasi. Dengan kesiapsiagaan yang baik sejak masa pra-krisis, respon saat tanggap darurat akan lebih cepat sehingga dampak krisis kesehatan dapat diminimalkan," ujarnya.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
