
AFDOKGI dorong AI masuk dalam kurikulum pengembangan kedoteran gigi

Makassar (ANTARA) - Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Prof drg Suryono, mendorong pemanfaatan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam kurikulum pengembangan kedokteran gigi.
Prof Suryono dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan perkembangan teknologi juga membuka peluang baru dalam pengembangan pendidikan kedokteran gigi ke depan.
"Adaptasi terhadap kecerdasan artifisial, teknologi 3D printing, dan teledentistry perlu masuk dalam pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran gigi agar lulusan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan layanan kesehatan modern,” katanya.
Prof Suryono dalam diskusi panel ilmiah Kongres Nasional Perdana Majelis Guru Besar Kedokteran Gigi Indonesia (MGBKGI) di Makassar, juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai kemanusiaan.
Ia menjelaskan, universitas harus hadir sebagai penyelesaian persoalan bangsa, sementara akademisi dituntut aktif menawarkan solusi, bukan sekadar mengamati berbagai tantangan.
Sejumlah persoalan yang masih dihadapi sektor kesehatan, khususnya kesehatan gigi antara lain, distribusi dokter gigi dan dokter gigi spesialis belum merata, akses pelayanan terbatas akibat faktor pembiayaan dan kondisi geografis, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Selain itu, standar sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan belum sepenuhnya merata, sementara sebagian besar material dan peralatan kedokteran gigi masih bergantung pada produk impor.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
