Logo Header Antaranews Makassar

Perhumas Makassar siap perkuat kolaborasi hadapi krisis komunikasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 21:56 WIB
Image Print
Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Publik dan Kehumasan Perhumas Indonesia Glory Oyong saat melantik pengurus Perhumas Makassar di Makassar, Sabtu (8/8/2026). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia Cabang Makassar siap memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak menghadapi krisis komunikasi.

Ketua BPC Perhumas Makassar Devo Khadafi pada pelantikan BPC Perhumas Makassar di Makassar, Sabtu, menyebut ada tiga hal utama yang akan dipersiapkan dalam upaya menghadapi krisis komunikasi, yaitu memperkuat sinergi, kolaborasi dan tentu saja meningkatkan kompetensi para pengurus Perhumas Makassar.

"Kolaborasi dan sinergi itu adalah kunci dalam menghadapi krisis di masa-masa yang akan datang. Jadi yang paling pertama, kita berusaha meningkatkan kerja sama dengan semua pentahelix kehumasan di Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan," urainya.

Puluhan pengurus Perhumas Makassar yang dilantik berasal dari sektor perguruan tinggi dunia usaha, media dan komunitas, yang sinerginya lebih diperkuat.

Dia mengatakan menghadapi krisis di masa yang akan datang dengan berbagai persoalan, harus dipersiapkan dengan kompetensi dan membangun kolaborasi serta sinergi. Khususnya antara Perhumas dengan ada pentahelix yakni pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha/swasta dan komunitas.

"Hari ini kita mengadakan pelantikan untuk memperkuat kolaborasi dan silaturahmi, kemudahan sinergi, sekaligus juga kita mengadakan talkshow untuk membuka wawasan kita," ujarnya.

Talkshow itu mengangkat topik "Reinventing PR through Multidimensional Communication Crisis". Menghadirkan tiga pembicara di antaranya Anggota DPR RI Syamsu Rizal, Sekretaris Umum Perhumas Indonesia Benny Siga Butar Butar dan perwakilan dari Humas PT Vale Indonesia.

Topik ini sangat menarik karena mengulas seperti apa posisi humas yang tidak hanya harus proaktif menjadi 'pemadam kebakaran', tetapi juga proaktif memitigasi krisis sebelum terjadi.

Sementara Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Publik dan Kehumasan Perhumas Indonesia Glory Oyong menyampaikan karakter masyarakat Makassar yang terbuka, tangguh, berani, serta menjunjung tinggi nilai Siri' na Pacce merupakan modal sosial yang sangat relevan bagi profesi public relations.

"Sejatinya, komunikasi yang baik selalu dimulai dari rasa saling menghormati, menjaga harga diri, membangun empati, dan menumbuhkan kepercayaan. Nilai-nilai ini menjadi landasan penting bagi Perhumas di Makassar," kata dia setelah pelantikan.

Menurutnya, Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas bukan sekadar perpanjangan tangan pengurus pusat melainkan ujung tombak Perhumas dalam membangun kompetensi, memperkuat marwah profesi, mengembangkan regenerasi praktisi PR, serta menghadirkan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, media, akademisi, dan komunitas di wilayah masing-masing.

"Kekuatan Perhumas tentu tidak hanya berasal dari pengurus pusat saja, melainkan bertumbuh dari cabang-cabang yang aktif menghidupkan organisasi di daerah," ujarnya.

Makassar bukan hanya kota besar di Indonesia timur, melainkan gerbang yang menghubungkan berbagai wilayah, pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, logistik, sekaligus titik temu beragam budaya dan pemikiran.

Maka dari itu, diharapkan Perhumas BPC Makassar tidak hanya aktif menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan baru, praktik komunikasi terbaik, ruang kolaborasi lintas sektor, hingga menjadi rujukan penyelenggaraan PR di kawasan Indonesia timur.

"Mari kita jadikan Perhumas sebagai organisasi profesi yang hadir membawa solusi, memperkuat kompetensi, membangun kepercayaan, dan menjadi mitra strategis pembangunan nasional," kata dia.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026