
Dekranasda promosi kuliner Makassardi ASEAN Day Food Festival 2026

Makassar (ANTARA) - Dekranasda Kota Makassar mempromosikan berbagai kuliner dengan cita rasa khas Makassar pada ASEAN Day Food Festival 2026 yang digelar di Hibiscus Room, Heritage Building ASEAN Secretariat, Jakarta, Sabtu (8/8).
Dekranasda Kota Makassar mendapat undangan dari ASEAN Women Circle (AWC) untuk mengisi salah satu gerai dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang membawa kekayaan kuliner dari wilayah Indonesia Timur.
“Partisipasi Dekranasda Kota Makassar dalam ASEAN Day Food Festival 2026 sekaligus menjadi momentum untuk membawa cerita tentang Makassar melalui sajian di atas meja,” ujar Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa melalui keterangannya di Makassar, Minggu.
Melalui partisipasi tersebut, Dekranasda Kota Makassar memperkenalkan kekayaan kuliner Sulawesi Selatan di tengah perayaan ASEAN Day ke-59 yang mempertemukan 11 negara anggota ASEAN dan 11 negara mitra dialog.
Melinda menyampaikan kehadiran Dekranasda Kota Makassar menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya dan kekayaan kuliner Indonesia timur dalam ruang perjumpaan masyarakat internasional.
Melinda mengatakan mengusung cita rasa khas Kota Makassar, Dekranasda menghadirkan sejumlah hidangan tradisional, di antaranya Coto Makassar, pisang ijo, serta beragam kue tradisional dengan sekitar enam jenis kue yang disajikan kepada para pengunjung.
“Ini pengalaman pertama saya menghadiri ASEAN Day dan tentunya sangat exciting. Kita bisa melihat dan mencicipi berbagai macam makanan dari banyak negara, sekaligus memperkenalkan makanan khas Makassar kepada mereka,” ujar Melinda.
Melinda mengatakan sajian kuliner yang dibawa Dekranasda Kota Makassar mendapat respons positif, bahkan sejumlah kue tradisional hampir habis sebelum rangkaian acara berakhir. Cita rasa khas Makassar pun berhasil menarik perhatian pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang dan negara.
Bagi Melinda, antusiasme tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa kuliner khas Makassar memiliki daya tarik untuk diperkenalkan lebih luas, termasuk dalam forum internasional.
“Kita senang sekali karena makanan khas Makassar ternyata laris manis. Kue-kue yang kita bawa hampir habis bahkan sebelum acara selesai. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita karena bisa membawa nama Makassar dan memperkenalkan kuliner kita di sini,” tuturnya.
Melinda berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival kuliner tersebut, menurutnya, menjadi sinyal positif bahwa acara ini memiliki potensi untuk menjadi ruang promosi budaya dan kuliner yang semakin luas.
Dari Coto Makassar yang kaya rempah, pisang ijo yang ikonik, hingga aneka kue tradisional, setiap hidangan menjadi cara sederhana namun kuat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Makassar kepada dunia.
Kehadiran kuliner Makassar di forum ASEAN ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman mencicipi makanan, tetapi juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk kuliner dan pelaku usaha kreatif daerah.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
