
Wabup Gowa apresiasi UNM bantu kades cegah penyalahgunaan anggaran

Makassar (ANTARA) - Wakil Bupati Gowa, Sulawesi Selatan Darmawangsyah Muin, mengapresiasi tim peneliti Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mampu membantu kepala desa dalam mencegah penyalahgunaan anggaran melalui penelitiannya.
"Kami mengapresiasi penelitian yang dilakukan terkait penguatan sistem pencegahan korupsi dalam pengelolaan dana desa berbasis digital governance di Kabupaten Gowa," ujarnya saat menerima audiensi tim peneliti Guru Besar UNM di Gowa, Rabu.
Darmawangsyah Muin menilai penelitian akademis yang dapat memberikan rekomendasi terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan, khususnya pengelolaan dana desa, sangat dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Gowa.
"Kami mengapresiasi dan gembira karena keinginan untuk tujuan penelitian dan akademis sangat penting bagi kami. Jika selesai, hasilnya bukan hanya untuk Kabupaten Gowa, tetapi juga bisa digunakan secara nasional," katanya.
Menurutnya, kajian mengenai pengelolaan dana desa menjadi penting karena pemerintah daerah masih menemukan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pemahaman kepala desa dan aparat desa terhadap tata kelola serta administrasi anggaran.
Ia berharap penelitian tersebut dapat memberikan masukan akademis yang aplikatif sehingga kepala desa memiliki pedoman yang lebih jelas dalam mengelola dana desa dan terhindar dari persoalan hukum di kemudian hari.
"Kepala desa juga perlu diberi masukan-masukan akademis sehingga tidak bersoal masalah hukum di kemudian hari. Kami berharap penelitian ini sukses dan melahirkan kebijakan sebagai penguatan atau pertahanan kita agar terhindar dari masalah korupsi," tegasnya.
Darmawangsyah mengatakan, upaya pencegahan korupsi dan kerugian negara harus dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. Menurutnya, sejumlah kasus hukum yang melibatkan pengelolaan dana desa salah satunya dipicu oleh ketidakpahaman terhadap mekanisme pengelolaan dan administrasi keuangan.
Karena itu, ia menyambut baik pendekatan digital governance yang menjadi fokus penelitian tersebut. Menurutnya, digitalisasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, sekaligus pengawasan pengelolaan dana desa.
"Kami sangat sepakat dan antusias dengan hadirnya para Guru Besar untuk melakukan kajian kebijakan pemerintah daerah, khususnya pengelolaan dana desa. Semoga melahirkan kebijakan sebagai penguatan kita agar terhindar dari masalah korupsi," ujarnya.
Lebih jauh, Darmawangsyah berharap hasil penelitian tidak berhenti pada rekomendasi akademis, tetapi dapat menghasilkan strategi dan inovasi yang dapat diterapkan di tingkat desa, termasuk dalam mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Kami berharap bagaimana strategi, penggunaan, program dan kiat-kiatnya sehingga dana desa dapat dikembangkan untuk mendorong perputaran ekonomi di desa-desa di Gowa," ucapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gowa siap mendukung penelitian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran desa.
Darmawangsyah juga mendorong agar hasil kajian nantinya dapat menjadi inovasi yang membantu pemerintah desa memaksimalkan penggunaan dana desa sesuai sasaran, termasuk melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Gowa cukup maju dan terus mencoba melakukan inovasi. Dana desa memiliki banyak sasaran dan target. Karena itu, kita perlu membuat strategi dan inovasi agar dana desa dapat dipergunakan secara maksimal, termasuk melalui BUMDes," terangnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
