
Perkuat data dan intervensi stunting di Soppeng

Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi memperkuat koordinasi dengan Pemkab Soppeng terkait data dan intervensi dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di daerah itu.
Penguatan tersebut mencakup pemutakhiran data, pengukuran pertumbuhan anak, intervensi gizi, penguatan pelayanan kesehatan primer, serta keterlibatan kader Posyandu dan keluarga.
Fatmawati yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Pemprov Sulsel dalam keterangannya di Makassar, Rabu, menekankan pentingnya data yang akurat sebagai dasar pemerintah menentukan intervensi sesuai kondisi dan kebutuhan anak.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Soppeng melakukan pengukuran ulang apabila terdapat kendala pada alat antropometri yang digunakan di puskesmas.
“Kalau alat antropometrinya kurang atau ada kendala di masing-masing Puskesmas, tolong segera dilaporkan. Nanti kita bantu alatnya. Saya mau melihat bahwa data yang akurat,” kata Fatmawata saat mengunjungi UPTD Puskesmas Sewo, Soppeng.
Berdasarkan data SSGI 2024 yang dirilis pada 2025, angka stunting Kabupaten Soppeng tercatat 26,6 persen. Data tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya memperkuat intervensi penurunan stunting di daerah.
Sementara berdasarkan laporan UPTD Puskesmas Sewo, terdapat 110 balita stunting atau 15,7 persen serta 32 balita wasting atau 4,5 persen di wilayah kerja puskesmas tersebut.
Fatmawati mengatakan, penanganan stunting membutuhkan intervensi yang dilakukan secara terpadu. Tidak hanya melalui sektor kesehatan, tetapi juga dengan memperkuat dukungan keluarga, lingkungan, pendidikan, pangan, serta program lintas sektor.
“Ini harus menjadi PR kita bersama karena kita harusnya di bawah rata-rata nasional, di bawah 21 persen,” ujarnya.
Ia juga mendorong kader Posyandu untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan stunting.
Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai stunting perlu terus diperkuat dengan pelaksanaan program dan pemantauan yang konsisten sehingga setiap intervensi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
