Logo Header Antaranews Makassar

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas ditutup, ini harapan Kemenkum Sulbar

Rabu, 12 Agustus 2026 16:55 WIB
Image Print
Kakanwil Kemenkum Sulbar saat mengikuti acara penutupan secara daring. (ANTARA/dok)

Makassar (ANTARA) - Kementerian Hukum mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan 208 untuk terus mengimplementasikan aksi perubahan yang telah dilakukan selama pelatihan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan, Mutia Farida, dalam Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan 208 Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Oemar Seno Aji Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat dan melalui Zoom Meeting, Rabu (12/8).

“Pelayanan publik harus terus ditingkatkan sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan berkualitas,” ujar Mutia Farida.

Menurut Mutia Farida, peserta juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap dinamika perubahan regulasi, khususnya di bidang hukum. Transformasi digital turut menjadi tantangan yang perlu direspons melalui peningkatan kompetensi dan pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan tugas.

“Aksi perubahan yang telah dilaksanakan selama pelatihan tidak berhenti setelah pelatihan selesai," katanya.

Pelatihan yang berlangsung sejak 4 April hingga 12 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh 40 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Hukum. Seluruh peserta dinyatakan lulus, terdiri atas 14 peserta dengan kualifikasi Sangat Memuaskan dan 26 peserta dengan kualifikasi memuaskan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat Saefur Rochim menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan dan keberlanjutan hasil Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan 208. Menurutnya, aksi perubahan yang lahir dari proses pembelajaran harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mendukung penuh keberlanjutan aksi perubahan yang telah dirancang dan diimplementasikan para peserta. Inovasi yang dihasilkan harus terus dikembangkan agar tidak berhenti sebagai bagian dari pelatihan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Saefur Rochim.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026