
Unhas terima 20 mahasiswa disabilitas tahun ini

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima 20 mahasiswa disabilitas pada 2026 sebagai komitmen kampus menghadirkan pendidikan setara dan inklusif.
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa dalam keterangannya di Makassar, Rabu, menegaskan penerimaan mahasiswa disabilitas harus diikuti dengan penyediaan lingkungan akademik yang aksesibel.
“Kita membuka akses pendidikan bagi mahasiswa disabilitas, kemudian memastikan proses belajar mereka berlangsung dengan dukungan yang sesuai untuk Unhas sebagai kampus Inklusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan komitmen Unhas menuju kampus inklusif diwujudkan melalui pembenahan aksesibilitas fisik, pembelajaran, dan layanan akademik.
Sejumlah fasilitas telah dilengkapi dengan ramp, toilet aksesibel, area parkir khusus, dan penanda aksesibilitas. Pusat Disabilitas Unhas turut menginisiasi pembelajaran bahasa isyarat untuk memperluas kemampuan komunikasi di lingkungan kampus.
Dalam pembelajaran, sejumlah dosen menggunakan "close caption realtime" melalui Zoom dan Google Teams bagi mahasiswa tuli, serta menyesuaikan jam belajar sesuai kebutuhan mahasiswa.
Secara sistemik, kata dia, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas sedang menyusun pedoman pembelajaran inklusif sebagai acuan bagi dosen.
Unhas kini memiliki tiga juru bahasa isyarat dan 10 relawan isyarat. Penguatan layanan tersebut terus diarahkan agar akses komunikasi tersedia dalam proses pembelajaran di setiap departemen. Langkah ini mencerminkan upaya Unhas membangun lingkungan akademik yang aksesibel dan setara bagi seluruh mahasiswa.
Ia mengatakan Unhas terus berbenah dalam menghadirkan lingkungan akademik yang inklusif melalui pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif bagi mahasiswa disabilitas intelektual serta peningkatan akses fisik antar-ruang akademik.
Upaya tersebut mencakup pengembangan jalur akses horizontal dan vertikal serta fasilitas seperti lif pada bangunan bertingkat untuk mendukung mobilitas mahasiswa disabilitas fisik.
“Inklusivitas ini kami bangun melalui kebijakan, fasilitas, pembelajaran, riset, dan budaya akademik, bahkan kami ada TRG (Disability Research Group). Dengan pendekatan tersebut, kami ingin mahasiswa disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi di Unhas,” ujarnya.
Pada 2026, Unhas menerima 20 mahasiswa baru disabilitas yang tersebar di 12 program studi. Para mahasiswa ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik di Sulawesi dan maupun luar Sulawesi.
Kali ini, sebagai keempat kalinya sejak 2023, Unhas secara sistemik memberi ruang bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Penerimaan mahasiswa disabilitas menunjukkan perkembangan yang konsisten. Sejak berdirinya Pusat Disabilitas Unhas pada 2023, tercatat 70 mahasiswa disabilitas telah diterima di berbagai fakultas dan program studi, termasuk pada jenjang magister.
--
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
