
Animo masuk Sekolah Rakyat di Sulsel capai 2.700 siswa

Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal menyebutkan animo masuk Sekolah Rakyat (SR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup tinggi, ditandai dengan jumlah siswa yang mencapai 2.700 orang pada Tahun Ajaran 2026/2027.
"Program SR tahap awal di Sulsel pada 2025 hanya 150 orang siswa dari lima kabupaten/kota pada satu unit SR, kemudian terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat, terutama keluarga kurang mampu," kata Malik di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SR itu dengan harapan memperoleh akses pendidikan berkualitas dengan dukungan fasilitas dan sistem pembelajaran berasrama.
Cakupan program yang semakin luas di Sulsel itu sebelumnya, pada April 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut terdapat 16 titik SR di Sulsel menjadikan provinsi ini salah satu daerah dengan jumlah SR terbanyak di Indonesia.
Pemerintah melakukan pengembangan infrastruktur dilakukan yakni menyiapkan tambahan delapan unit SR yakni di Kabupaten Pangkep, Luwu Timur, Gowa, Enrekang, Kepulauan Selayar, Toraja Utara, Pinrang, dan Luwu.
Selain itu, sembilan SR permanen di Sulsel yang berada di Sidrap, Soppeng, Wajo, Barru, Tana Toraja, Bone, Makassar, Takalar, dan Sinjai dipersiapkan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan dengan fasilitas yang lebih memadai.
Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat juga terlihat dari pelaksanaan Tahun Ajaran 2026/2027. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulsel di Makassar, sebanyak 270 peserta didik dari 15 kabupaten/kota. mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mereka berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kehadiran siswa bersama orang tua pada masa awal sekolah menjadi gambaran antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Fasilitas pendidikan dan asrama yang disediakan pemerintah menjadi salah satu daya tarik.
Hal itu terutama bagi keluarga dari luar kota Makassar yang membutuhkan akses pendidikan sekaligus dukungan pemenuhan kebutuhan siswa selama menjalani pendidikan.
"Program Sekolah Rakyat memang dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem," kata Malik.
Dia mengatakan, seleksi penerima dilakukan dengan mengacu pada data sosial ekonomi pemerintah sehingga program diarahkan kepada kelompok yang menjadi sasaran utama.
Di Makassar, misalnya, Sekolah Rakyat telah berjalan sejak 2025. Pada salah satu unit, sebanyak 150 siswa tercatat mengikuti pendidikan dan berasal dari Makassar, Maros, dan Gowa.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan komitmen mendukung keberlanjutan program tersebut. Pemprov bahkan menyiapkan alternatif lahan milik pemerintah daerah, salah satunya di Kabupaten Luwu Utara, untuk mendukung pengembangan SR pada masa mendatang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinsos Sulsel: Animo masuk Sekolah Rakyat capai 2.700 siswa
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
