Logo Header Antaranews Makassar

Sekolah Rakyat atasi ketimpangan kualitas pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 19:00 WIB
Image Print
Gerbang Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang berlokasi di Jl Pajjaiyang Sudiang, Kota Makassar. ANTARA/Riski Maruto/26

Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal mengatakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan antara anak dari kalangan orang tua mampu dengan mereka berasal dari keluarga prasejahtera.

"Yang kita mau ukur sekarang adalah bagaimana jarak ketimpangan antara anak dari keluarga prasejahtera atau tidak mampu dengan anak-anak yang mampu saat mereka sama-sama mendapatkan pendidikan berkualitas," ujarnya di Makassar, Kamis.

Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memberikan penilaian tentang seberapa efektif pendidikan siswa di SR karena baru berjalan di Sulsel dan tentunya membutuhkan waktu.

Ia menjelaskan potensi anak SR baru bisa dilihat setelah siswa keluar atau lulus dari sekolah khusus tersebut. Saat itu bisa dilihat berapa jarak kualitas pendidikan secara umum.

"Itu yang kita mau dorong supaya makin dekat. Kalau tidak terlalu jauh jaraknya, insyaallah lebih mudah kita membangun bangsa ini," ujarnya.

Pihaknya berharap, kualitas pendidikan antara anak dari keluarga miskin dan yang berada, suatu saat nanti semuanya sudah berada di level yang sama atau minimal jaraknya tidak terlalu jauh.

"Semoga tidak ada lagi di level-level bawah, karena kita ini unggul di sumber daya alam yang luar biasa. Di dunia ini kita termasuk negara kaya. Cuma sayangnya SDM kita kalah dengan negara-negara maju dan itu yang menjadi tujuan dari menghadirkan Sekolah Rakyat," katanya.

Apalagi, dia menyebut, populasi dari segmen keluarga tidak mampu begitu besar.

"Saya gambarkan kurang lebih 45 persen kalau dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) tapi Bank Dunia justru menyebut 65 persen lebih," kata dia.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026