Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Sulsel minta Bulog operasi pasar stabilkan harga

Jumat, 14 Agustus 2026 13:19 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel Zulfikar Limolang menjawab pertanyaan wartawan disela Rapat Dengar Pendapat di Kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Kamis ( 13/8/2026).  ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan meminta Perum Bulog Sulselbar segera melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga utama bahan pokok serta mendongkrak harga telur yang semakin merosot di pasaran, sementara harga pakan melambung.

"Kita minta Bulog bersama Pemerintah Provinsi segera melakukan operasi pasar. Dan kepada peternak berkoordinasi dengan Satgas Pangan di tingkat kabupaten dan Polres untuk mengontrol harga telur," ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel Zulfikar Limolang saat RDP di Kantor DPRD setempat, Makassar, Kamis.

Ia menegaskan, pengendalian harga harus terus dilakukan tanpa mengorbankan peternak. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara harga terjangkau bagi konsumen maupun keuntungan layak terhadap peternak.

Di sisi lain, terkait harga pakan ternak yang terus naik, penyedia pakan ditekankan mengikuti instruksi agar tidak menaikkan harga sebelum pemerintah menetapkan harga acuan pakan.

"Bagi pihak integrator maupun penyedia pakan ternak mesti sepakat mengikuti instruksi untuk tidak menaikkan harga selama belum ada penetapan oleh pemerintah," ucapnya menegaskan.

Kebijakan ini dinilai penting karena berimbas pada kenaikan harga pakan hingga memicu kenaikan biaya produksi serta berpotensi mempengaruhi harga jual telur yang pada tingkat konsumen.

Pihaknya turut mendorong kampanye makan telur kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus membantu menyerap hasil produksi peternak telur.

Selain itu, Komisi B turut segera mendalami adanya kemungkinan kebijakan impor kedelai berpengaruh terhadap harga pakan. Namun disayangkan PT Berdikari sebagai salah satu perusahaan pengimpor yang ikut pihak dipanggil untuk diminta penjelasan, berhalangan hadir di rapat.

"Kami sebenarnya mau menggali apakah ada pengaruhnya terkait kebijakan impor kedelai. Apakah ada kaitannya dengan kenaikan harga pakan," tutur Zulfikar mempertanyakan.

Melalui operasi pasar, lanjutnya, ada pengawasan harga, serta komitmen bersama menekan kenaikan harga pakan. Ia berharap stabilitas harga telur dapat terjaga dan para peternak memperoleh ruang mempertahankan usahanya.

Sebelumnya, sejumlah peternak menggelar aksi bagi-bagi telur dan ayam secara gratis saat menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sulsel dan Kantor DPRD Sulsel memprotes kenaikan harga pakan, namun pada sisi lainnya harga telur anjlok.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026