Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulbar perkuat mitigasi antisipasi dampak kekeringan

Jumat, 14 Agustus 2026 15:11 WIB
Image Print
Tim dari Dinas PUPR Sulbar melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan irigasi sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan dan menurunkan ketersediaan air di sejumlah wilayah. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan dan menurunkan ketersediaan air di sejumlah wilayah.

"Antisipasi terhadap ancaman kekeringan menjadi bagian dari upaya memastikan infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi optimal dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta sektor pertanian," kata Kepala Dinas PUPR Sulbar Surya Yuliawan, di Mamuju, Jumat.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, menyusul undangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dalam rapat koordinasi Satgas Antisipasi dan Penanganan Dampak El Nino Wilayah Pulau Sulawesi.

Potensi dampak El Nino kata Surya Yuliawan perlu diantisipasi melalui kesiapan infrastruktur, pemantauan kondisi sumber daya air serta koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

"Kita tidak boleh menunggu sampai dampaknya dirasakan masyarakat. Kita harus memastikan infrastruktur sumber daya air dalam kondisi siap, sekaligus mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Koordinasi dan data lapangan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah penanganan," jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Sulbar Suriana Zain menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat pemantauan terhadap kondisi jaringan irigasi dan sumber-sumber air di wilayah Sulbar.

Langkah antisipasi kata dia, perlu dilakukan lebih awal agar potensi gangguan terhadap ketersediaan air, khususnya untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian, dapat diminimalkan.

"Kami akan melakukan pemantauan kondisi sumber daya air dan jaringan irigasi, termasuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki potensi mengalami kekeringan. Data kondisi lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan bersama dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait," kata Suriana.

Dalam rapat koordinasi yang digelar Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum tersebut, pemerintah daerah diminta menyiapkan informasi mengenai kondisi kekeringan serta langkah penanganan di masing-masing wilayah.

PUPR Sulbar akan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan terhadap infrastruktur sumber daya air, termasuk jaringan irigasi, bendung, embung dan sarana pendukung lainnya.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko dampak El Nino bagi masyarakat Sulbar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026