Logo Header Antaranews Makassar

Damkarmat Makassar : Peran RT/RW penting cegah kebakaran

Sabtu, 15 Agustus 2026 11:54 WIB
Image Print
Salah satu kejadian kebakaran yang terjadi di Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 13 Agustus 2026. (ANTARA/Riski Maruto)

Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar Fadli Wellang meminta pengurus RT/RW menjadi ujung tombak pemerintah kota untuk melakukan upaya pencegahan kebakaran karena perannya penting mengingat saat ini kerap terjadi insiden tersebut.

"Kami mengharapkan RT dan RW lebih intens mengawasi wilayahnya, terutama yang punya wilayah luas, memiliki lahan kosong dan padat penduduk. Awasi warganya karena kadang mereka iseng membakar hingga menimbulkan bahaya," ujarnya di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, langkah mitigasi terhadap musibah kebakaran bisa dicegah dengan saling bekerja sama mengingatkan dampak kebakaran serta mengimbau warga untuk selalu awas, siaga dan menjaga situasi tetap kondusif.

"Kita bisa mensiasati ini, mudah-mudahan bahaya-bahaya kebakaran tidak terjadi lagi, dan kita lebih siaga mengantisipasinya," tutur Fadli menekankan.

Menurutnya, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mengecek semua peralatan elektronik, peralatan memasak baik menggunakan gas maupun listrik agar rutin periksa kondisinya.

Selain itu, instalasi kelistrikan wajib diperiksa, melihat kondisi kabelnya apakah masih layak atau sudah tua, termasuk colokan terminal listrik yang rentan digunakan secara berlebihan, sehingga memicu terjadinya arus pendek atau korsleting.

"Hal-hal yang inilah dapat menjadi sumber kebakaran jika lalai, karena berkaitan dengan bagaimana pemantik listrik (api) ini bisa muncul," tuturnya menegaskan.

Berdasarkan data Damkarmat Makassar, Fadli menyebutkan, jumlah kejadian musibah kebakaran dari Januari sampai pertengahan Agustus 2026, tercatat sebanyak 184 kasus.

"Itu dari perhitungan kita Januari melewati semester satu. Ada penurunan pada semester satu (Januari-Juni), dari tahun kemarin. Cuman mengalami peningkatan di awal semester dua. Pada Juli sampai pertengahan Agustus sudah 34 kejadian," tuturnya.

Ia mengungkapkan, tragedi kebakaran hebat terjadi pada akhir Juli 2026. Sebanyak 50 unit rumah warga, dihuni 79 keluarga dengan total 307 jiwa pada kawasan padat penduduk Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, terdampak.

"Rinciannya, 26 keluarga dengan jumlah 105 jiwa di RT 004, dan 52 Keluarga dengan 202 jiwa di RT 005. Itu kebanyakan rumah panggung berada di pinggir laut. Ketika laut pasang, itu rata-rata membangun rumah di atas air," ucapnya menyebutkan.

Untuk lokasi wilayah rawan kebakaran, kata dia, rata-rata kecamatan yang memiliki titik pemukiman padat penduduk. Pemukiman ini rentan karena bangunannya semi permanen. Selain itu, dampak cuaca panas di musim kemarau turut menjadi pemicu jika mengenai bahan mudah terbakar.

Sedangkan wilayah yang masuk zona merah rawan kebakaran, sebutnya, berada di wilayah utara, selatan dan beberapa titik pada wilayah timur Kota Makassar terutama di kawasan padat penduduk.

Wilayah tersebut pada daerah utara dan selatan yakni, sebagian di Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Tallo. Sementara wilayah timur sebagian tersebar di Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

"Penyebab dominan dari rentetan kejadian kebakaran belakang ini diduga dari korsleting listrik, maupun kompor serta cuaca panas. Ini memungkinkan terjadi, karena rumah warga dengan bahan semi permanen bila terjadi korsleting menimbulkan percikan api maka mudah terbakar," paparnya menambahkan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026