Logo Header Antaranews Makassar

Perum Jasa Tirta I kelola air di Sulsel sesuai karakteristik

Sabtu, 15 Agustus 2026 14:13 WIB
Image Print
Tim perencanaan Perum Jasa Tirta (PJT) I memantau lokasi Bendung Baliase di Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO - Dokumentasi PJT I.

Makassar (ANTARA) - Perum Jasa Tirta (PJT) I terus memperkuat perannya dalam pengelolaan sumber daya air melalui penugasan pada dua Wilayah Sungai (WS) Pompengan Larona dan Wilayah Sungai Saddang, di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Dua wilayah sungai di Sulawesi Selatan ini memiliki karakter yang sangat berbeda. Pola hujannya juga berbeda, sehingga pendekatan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah," kata Kepala Divisi Jasa ASA WS Pompengan Larona dan Saddang PJT I Indra di Makassar, Sabtu.

Penugasan tersebut merupakan bagian dari penambahan wilayah kerja PJT I berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 9 Tahun 2026.

Menindaklanjuti penugasan tersebut, PJT I bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) telah menyelenggarakan sosialisasi Kepres tersebut untuk WS Pompengan Larona dan Saddang pada 23 Juni 2026.

"Oleh karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaan sumber daya air dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Indra.

Menurut dia, salah satu perhatian penting dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Sulawesi Selatan adalah ketersediaan dan pengaturan alokasi air, terutama di tengah kondisi El Niño. Mengingat, Sulsel merupakan salah satu daerah penyedia utama pangan.

Kondisi ini menjadi semakin strategis mengingat Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah yang berperan sebagai lumbung beras untuk ketahanan pangan nasional.

Selain ketersediaan air, lainnya menjadi perhatian dalam pengelolaan pada kedua wilayah sungai ini, antara lain sedimentasi serta upaya menjaga ekosistem sungai dan kawasan tangkapan air di bagian hulu.

Pengelolaan tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada lima pilar pengelolaan sumber daya air, yaitu konservasi, pendayagunaan, pengendalian daya rusak air, pengembangan sistem informasi sumber daya air, serta pemberdayaan dan peran serta masyarakat.

Tahap awal, PJT I telah menyiapkan sejumlah kegiatan yang mencakup penyusunan kajian atau studi pengelolaan sumber daya air (SDA), rencana kegiatan untuk pengendalian serta mitigasi banjir, rehabilitasi dan konservasi lahan.

Selain itu, PJI I mengaplikasikan Smart Water Management System (SWMS) untuk mendukung pengelolaan sumber daya air di WS Pompengan Larona dan WS Saddang serta berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

Pihaknya juga memperkuat koordinasi bersama pemangku kepentingan meliputi BBWS Pompengan Jeneberang, Pemprov Sulsel maupun kabupaten kota, masyarakat, serta pengguna SDA, dan diarahkan mendorong pengguna SDA yang telah memiliki izin maupun belum agar memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.

Pengalaman mengelola SDA selama 36 tahun, PJT I akan membawa kompetensi, pengalaman operasional, serta sistem pengelolaan yang telah dikembangkan perusahaan untuk mendukung pelaksanaan tugas di WS Pompengan Larona dan WS Saddang, sekaligus memperkuat ketahanan pangan, air dan energi nasional.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026